Emas Turun Didorong Menguatnya Dollar AS

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 April 2019 | 08:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Akhir pekan yang tidak menyenangkan bagi harga emas.

Ya, hari ini harga emas di Comex kembali tergelincir bersamaan dengan penguatan dollar Amerika Serikat.

“Harga emas turun lebih dari satu persen di bawah level kunci nya. Penurunan dipicu data ekonomi yang kuat mendorong dolar AS, dan membuat harga logam mulia meredup,” tulis laman keuangan “bloomberg,” Jumat pagi WIB..

Harga emas di pasar spot turun satu koma tiga persen  per ounce. Harga emas berjangka AS menetap  satu koma enam persen lebih rendah

“Emas berada di bawah banyak tekanan saat ini karena kehilangan dukungan kritis pada USD 1.300,” kata Ahli Strategi Komoditas Senior RJO Futures, Phillip Streible.

“Indeks harga produsen naik lebih baik dari yang diharapkan, menunjukkan sedikit inflasi. Itu bisa berpotensi membuat Federal Reserve AS bertindak menaikkan suku bunga. Juga, dolar sedikit lebih kuat, mengarah ke aksi jual,” kata Streible.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang mata uang lain. naik menyusul laporan bahwa harga produsen membukukan kenaikan terbesar dalam lima bulan pada Merat. Dan ini setelah klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah sejak 1969.

Dolar AS yang kuat membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa memberi Inggris waktu enam bulan lagi untuk meninggalkan blok itu dan para analis mengatakan langkah itu membuat emas terlihat tidak menarik.

“Brexit yang tertunda tidak baik untuk emas karena mengambil risiko dari pasar,” kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.

Harga emas di bawah di bawah harga psikologisnya  akan dilihat sebagai bias negatif dalam grafik yang digunakan oleh pedagang teknis, kata analis dan pedagang.

“Sementara emas masih terikat di kisaran yangt menguntungkan. Emas menjadi sarana perdagangan bagi banyak orang yang menjual kisaran atas dan membeli kisaran lebih rendah,” ujar George Gero, Direktur Pelaksana RBC Wealth Management.

Sehari sebelumnya, Kamis, 11 April, harga emas sempat melejit mencapai posisi harga tertingginya.

Harga emas seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,”  mencatat harga tertingginya selama dua pekan terakhir bersamaan dengan  kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global. .

“Dengan keseluruhan risiko ekonomi, prospek suram telah memicu respons langsung ke aset safe haven, dengan emas nyaman berada di atas angka psikologisnya,” tulis Analis FXTM, Lukman Otunuga, dalam catatannya seperti ditelis laman keuangan “Bloomberg”

Sejumlah sentimen pengaruhi harga emas terutama kekhawatiran ekonomi global. Bank sentral Eropa melihat prospek ekonomi masih belum baik untuk zona euro.

Bank sentral Eropa juga tidak membuat perubahan pada kebijakan moneter, dan mengulangi rencana untuk mempertahankan suku bunga setidaknya hingga akhir tahun.

Selain itu, Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund juga memangkas pertumbuhan ekonomi global dan ini penurunan prospek ketiga kalinya dalam enam bulan.

Harga emas di divisi Comex pun naik nol koma empat persen  per ounce.

Harga emas ini tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak akhir Maret.

Harga logam mulia mencetak kenaikan dalam empat sesi berturut-turut dan menandai kenaikan terpanjang sejak akhir Januari.

Pada perdagangan elektronik, harga emas bergerak lebih rendah usai rilis risalah pertemuan kebijakan moneter the Federal Open Market Committee  pada Maret.

“Risalah FOMC hanya mengkonfirmasi pemahaman pasar tentang sikap the Federal Reserve saat ini tentang kenaikan suku bunga di masa depan atau tidak adanya hal tersebut,” ujar Brien Lundin, Editor Gold Newsletter.

Risalah menunjukkan keputusan the Federal Reserve pada Maret untuk berhenti menaikkan suku bunga pada Maret didorong oleh kegelisahan AS terhadap ekonomi global dan inflasi tertahan.

Pada perdagangan elektronik, harga emas berada di posisi terftinggunya.

Presiden Bank sentral Eropa, Mario Draghi juga mengakui perlambatan ekonomi berlanjut pada 2019. Ini sebagian karena ketidakpastian yang dihadapi pebisnis akibat dari ancaman AS untuk menaikkan tarif mobil dan impor lainnya dari Eropa.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu pejabat Eropa dalam upaya untuk mendorong tenggat waktu Brexit hingga 30 Juni.

Adapun rilis data ekonomi AS yang keluar antara lain indeks harga konsumen AS melonjak nol koma empat persen pada Maret.

Ini menandai kenaikan terbesar dalam empat belas bulan.

Sepanjang tahun lalu, biaya hidup telah meningkat satu koma sembilan persen, naik dari saru setengah persen pada Februari.

Adapun emas kadang dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi, tapi ukuran ekonomi melambat di dalam dan luar AS.

“Meski inflasi bulan naik, tapi posisinya year on year tetap sederhana. Total inflasi msaih di bawah dua persen. The Fed menargetkan inflasi inti berada dua persen.

Laporan inflasi ini mendukung pandangan kami the Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga pada tahun ini. Logam mulia cenderung menarik saat suku bunga bunga rendah,” kata Presiden Prestige Economics, Jason Schenker.

Harga logam lainnya antara lain harga perak juga  naik . Harga platinum untuk pengiriman Juli menguat . Sedangkan harga palladium turun

Komentar