Harga Emas Makin Tidak Menyenangkan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 April 2014 | 09:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Jumat, 04 April 2014, merupakan akhir minggu yang tidak menyenangkan bagi investor emas. Harga jual emas batangan secara global terus menyusut.

Sedangkan di pasar domestik, terutama harga emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, masih saja terpaku di angka Rp 530 ribu per gram, yang berarti telah susut sebesar Rp 26.000 per gram dibanding dua pekan lalu ketika harga emas berada di puncaknya, Rp 556.000 per gram.

Seperti dikutip “nuga.co,” dari situs resmi Antam, “ Logammulia,” Jumat pagi, selain harga jualnya yang stagnan, harga beli kembali atau “buyback” juga tidak bergerak dari angka i Rp 460.000 per gram.

Dengan stagnannya harga jual emas batangan milik Anta mini, maka harga untuk berbagai ukuran juga tidak mengalami perubahaan. Harga emas batangan Antam untuk ukuran besar, 500 gram di jual Logam Mulia dengan harga Rp 245.300.000, 250 gram : Rp 122.750.000 dan 100 gram : Rp 49.150.000

Untuk ukuran yang lebih kecil juga tak mengalami perubahan. 50 gram : Rp 24.600.000, 10 gram : Rp 4.960.000, 5 gram : Rp 2.505.000 dan satu gram : Rp 530.000

Seperti biasanya, Antam tetap memberlakukan aturan untuk transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke PT Antam Tbk Jakarta dengan maksimal 150 nomor antrean.

Sementara itu harga emas di pasar global, Jumat pagi ini, seperti dikutip “nuga.co” dari situs “bloomberg.com,” kembali menyusut dibandingkan penutupan sebelumnya. Hal tersebut karena pasar menanti data payrolls Amerika Serikat.

Harga logam bahkan turun sebanyak nol koma tujuh persen dalam kurun waktu satu minggu ditengah membaiknya atau optimisme pasar terhadap perekonomian AS.

Harga emas di pasar spot harus turun nol koma dua persen ke level USD1.284,9 troy ons.

Para investor emas dipandang sebagai penentu ketidakpastian dalam perekonomian, terutama pada Jumat nanti laporan mengenai tenaga kerja akan dirilis. Data tersebut digunakan sebagai indikator kekuatan perekonomian terutama terhadap rencana stimulus.

Dalam sebuah laporan disebutkan, bahwa emas sebagai safe heaven sebagai indikator, jika laporan baik maka The Fed dapat menjalankan stimulus lebih cepat dari target.

Sementara itu, di India diperkirakan premi emas turun sekira USD30 troy ons setelah bank sentral mengindikasikan pertimbangan menghapus ebetapa impor perdagangan.

Di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Jumat pagi WIB, seiring dengan menguatnya dollar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun enam koma dua dollar AS atau nol koma empat puluh delapan persen menjadi menetap di 1.284,6 dollar AS per ounce.

Para pedagang memposisikan diri mereka menjelang data pekerjaan AS yang sangat diantisipasi pada Jumat waktu setempat, menurut beberapa analis pasar.

Meskipun suku bunga di Uni Eropa tetap pada tingkat saat ini, dollar AS hari ini menguat.

Beberapa analis percaya, hal itu karena pembicaraan tentang program pembelian aset masih kuat dan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi telah memberikan penjelasan, kekhawatiran deflasi sedang meningkat dari hari ke hari di seluruh dunia, yang berarti pelonggaran kuantitatif Eropa akan terjadi.

ECB pada Kamis mempertahankan suku bunga utamanya tak berubah dan menahan diri dari meluncurkan langkah-langkah pelonggaran nonkonvensional.

Jika ekonomi AS terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan, logam mulia mungkin berada di bawah tekanan jual lebih lanjut karena Federal Reserve akan memiliki data ekonomi yang mendukung untuk melanjutkan kebijakan pengurangan stimulus mereka.

Komentar