Harga Emas Terus Melorot

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Desember 2013 | 10:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas baik global maupun domestik terus melorot karena tidak ada isu yang menopangnya untuk bangkit kembali. Di pasar global, harga emas sudah terpuruk ke dasar lembah paling dalam sejak tiga tahun terakhir.

Semantara itu di pasar lokal, terutama emas yang diperdagangkan oleh PT Aneka tambang Tbk atau Antam terus terpuruk walau pun sempat terangkat oleh anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar US.

Hari ini, Senin, 23 Desember 2013, yang merupakan pekan libur panjang menjelang natal dan tahun baru, harga emas Antam masih berguling dan turun sebesar Rp 2.000 per gram sehingga bertengger pada angka Rp 526.000 per gramnya. Pada penutupan pekan lalu harga emas masih berada di angka Rp 528.000 per gram.

Mengutip situs resmi “logammulia.co” Senin pagi, “nuga.co,” merilis harga pembelian kembali atau buy back pada awal pekan ini Rp 466.000 per gram.

Harga emas global rebound dari posisi terendah enam bulanan, tetapi masih mencatat kerugian tahunan terbesar dalam tiga puluh dua tahun terakhir. Emas terkoreksi karena rencana the Federal Reserve untuk memangkas stimulus moneter bulan depan.

The Fed menilai, ekonomi AS sudah mulai cukup kuat untuk bertahan. Oleh karena itu, the Fed memangkas pembelian obligasi sebesar USD10 miliar per bulan menjadi USD75 miliar per bulan.

Walhasil, harga emas langsung turun sekira 3 persen minggu ini, dan 28 persen secara year-to-date . Emas turun 2,3 persen saat the Fed mengumumkan akan memangkas stimulus pembelian obligasinya tahun depan.

Padahal, stimulus obligasi ini sempat membawa emas reli ke rekor tertinggi USD1.920,30 per troy ons pada 2011 lalu. Pasalnya, logam mulia ini telah menjadi aset lindung nilai inflasi tradisional dan safe haven.

“Ada logika nyata mendasar di balik aksi jual emas, ini terpengaruh pada tata cara pemerintah membiayai kegiatan mereka karena mereka menjadi lebih bertanggung jawab,” kata kepala investasi Cabot, Rob Lutts, seperti dilansir dari Reuters.

Spot emas sempat mencapai level terendah sejak Juni di USD1.185,10 per troy ons. Pedagang mengatakan ada pembelian terbatas dan menempatkan strategi lain untuk melindungi risiko downside, sementara semua mata tertuju pada mundurnya harga emas.

Emas jenis Spot naik USD12,40 atau 1 persen ke USD1.202 per troy ons. Sementara emas berjangka, Comex Gold, untuk pengiriman Februari menguat USD10,10 atau 0,8 persen ke USD1.203,70 per troy ons.

Sementara itu, harga jual emas Antam dengan ukuran 2 gram, kini dijual dengan harga Rp1.012.000 juta dengan harga per gram Rp506.000, emas 2,5 gram parkir di Rp1.255.000 dengan harga per gram Rp502.000.

Emas 3 gram dijual dengan harga Rp1.500.000 dengan harga per gram Rp500.000, emas 4 gram dijual Rp1.988.000 dengan harga per gram Rp497.000, harga emas 5 gram dijual di Rp2.485.000 dengan harga per gram Rp497.000.

Harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp4.920.000 dengan harga per gram Rp492.000, emas 25 gram dijual dengan harga Rp12.225.000 dengan harga per gram Rp489.000, emas 50 gram dijual dengan harga Rp24.400.000 dengan harga per gram Rp488.000.

Emas 100 gram dijual dengan harga Rp48.750.000 dengan harga per gram Rp487.000, dan emas 250 gram dijual dengan harga Rp121.750.000 dengan harga per gram sebesar Rp487.000.

Komentar