Harga Emas Terus Meliuk Dijegal Dollar

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Mei 2016 | 10:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas hari ini, Rabu, 25 Mei 2016, terus meliuk dihantam penguatan  nilai tukar dolar AS di tengah menguatnya isu kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve  pada Juni mendatang.

Ditulis oleh media bisnis paling terkenal Wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas berjangka turun hampir dua persen setiap  troy ounce-nya di New York Mercantile Exchange.

Harga emas ini  telah tertekan dalam lima hari berturut-turut.

Sebelumnya, harga emas selalu menguat bahwa sepanjang tahun ini penguatan harga emas telah mencapai enam belas persen.

Penguatan emas terjadi karena adanya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global sehingga investor mengalihkan investasi ke instrumen yang dianggap cukup aman seperti emas.

Kenaikan harga emas tertahan sejak pekan kemarin atau sejak beberapa pejabat the Fed mengatakan bahwa kemungkinan besar kenaikan suku bunga akan lebih cepat dibanding rencana awal.

“Kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli AS tersirat dari pembicaraan the Fed. Pasar berjangka naik di atas lima puluh persen untuk pertama kalinya sejak Maret karena para pelaku pasar terus mencerna sikap dari the Fed,” tulis Macquarie Bank Ltd dalam catatannya.

“Rencana kenaikan suku bunga pada Juni cenderung terus membebani harga emas,” tulis ANZ Research.

“Hasil pertemuan bank sentral AS kelihatan menunjukkan lebih agresif dari yang diharapkan, dan mengubah sentimen.”

“ Ada kemungkinan bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Juni atau Juli,” ujar Analis ABN Amro Georgette Boele.

Pada pekan ini bank sentral AS juga akan memberikan pernyataan. Pimpinan bank sentral AS Janet Yellen akan memberikan pidato di Universitas Harvard.

Meliuknya harga emas hari ini, Rabu pagi WIB, merupakan level lima mingguan  terendah.

Pada sesi sebelumnya, pergerakan emas turun tajam pada hari Selasa ke posisi terendah ketika sebuah survei di Inggris mengatakan bahwa sentimen menuju Brexit menurun sehingga membebani logam emas.

Indeks dolar naik ke level delapan  mingguan tertinggi karena Fed fund futures memberikan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Juni  bulan Juli

Di sisi lain, data indeks Richmond Fed untuk bulan Mei secara tiba-tiba jatuh ke dalam wilayah kontraksi.

Alasan emas bergerak rally pada bulan Desember tahun lalu karena Fed menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan dilakukan dalam beberapa waktu dan saat ini sudah hampir 6-bulan.

Jika the Fed menaikkan suku bunga lagi pada musim panas ini maka ada kemungkinan kenaikan berikutnya akan sedikit lebih lama.

Emas berpotensi dapat bergerak dengan cara yang sama seperti pada bulan Desember.

Di Inggris, poundsterling bergetar setelah jajak pendapat ORB terbaru yang dirilis Telegraph menemukan bahwa penduduk yang menginginkan “tetap” di

Emas masih akan menjadi pilihan ketika kekhawatiran kembali meningkat. Pencari barang murah akan terus menambah cadangan investasi.

Di pasar lokal, harga emas yang dijualk  PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam turun Rp 5.000 per gram pada perdagangan hari ketiga pekan ini.

Antam menjual emas di harga Rp 581 ribu per gram pada Rabu pagi WIB waktu Jakarta.

Sehari sebelumnya, Antam mematok harga jual emas di angka Rp 586 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali atau  buyback emas Antam turun Rp 4.000 per gram menjadi Rp 528 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 528 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu  kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram dan menjelang siang WIB, Rabu,  stok emas seluruh ukuran masih tersedia.

Komentar