Harga Emas Terus Melemah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Desember 2013 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Kecenderungan harga emas global masih berada dalam di jalur pelemahan dan “bloomberg.com,” seperti yang dikutip “nuga.co,” mencatat, untuk sepanjang tahun ini, harga emas sudah turun sampai dua puluh persen di banding dengan waktu yang sama tahun lalu..

Sebelumnya harga emas berada dalam tren menguat akibat krisis ekonomi dan memburuknya kondisi pasar saham.

Menurut kantor berita “reuter,” hari ini, Jumat, 27 Desember 2013, harga emas di pasar spot menyentuh level harian terendah di USD1.208 per ounce sebelum akhirnya ditutup pada harga USD1.210,26.
Di AS, terutama New York, harga emas turun 0,18 persen menjadi USD1.210 per ounce.

Melemahnya harga emas ini seiring dengan recovery ekonomi yang terjadi, khususnya di Amerika Serikat. Hal ini diindikasikan dengan positifnya sejumlah data ekonomi.

Data yang dipublikasikan MasterCard Advisors SpendingPulse menyatakan, jika pada periode 1 November hingga 24 Desember penjualan ritelnya meningkat 2,3 persen.

Selain itu, sejumlah data ekonomi lainnya juga menunjukan adanya kenaikan aktivitas ekonomi. Data pengangguran menunjukan penurunan sebanyak 42 ribu menjadi 338 ribu, ini adalah angka terendah dalam bulan ini. Di mana analis sebelumnya mengekspetasikan jumlah pengangguran sebanyak 345 ribu.

Harga emas berjangka Amerika Serikat pada penutupannya berakhir dalam posisi yang baik. Posisi tersebut diakibatkan karena banyaknya masyarakat membeli emas berjangka yang telah lama bertengger di level terendahnya selama enam bulan, yakni di kisaran USD1.200 per ons pada sesi terakhir sebelum Natal.

Sedangkan untuk volume, kondisinya masih tetap tipis karena sebagian investor emas mencoba untuk meratakan kepemilikan menjelang akhir tahun.

“Orang-orang berusaha untuk menghindari membayar pajak yang lebih tinggi dari yang diperlukan untuk posisi yang akan dilakukan ke pasar pada akhir tahun, 31 Desember. Jadi ada sedikit kenaikan,” kata analis pasar emas dan wakil presiden di RBC Capital Markets Futures Global, George Gero mengutip laman Reuters.

“Ada juga beberapa short-covering dan bargain hunting yang muncul karena kita harus di bawah USD1.200 dalam beberapa hari terakhir,” kata George.

Selasa ini, harga spot emas berada di USD1,198.23 per troy ons pada sedikit perubahan dari penutupan Senin. Sebelumnya pada hari Jumat, emas jatuh ke posisi terendah pada enam bulan terakhir, sekitar USD1.185 setelah Federal Reserve AS mengatakan akan mulai scaling kembali program stimulus moneter yanga telah lama berjalan.

Emas mencapai rekor tertinggi di atas USD1.900 pada tahun 2011, sebagai tahun peningkatan likuiditas bank sentral dan suku bunga rekor rendah membuat emas lebih menarik bagi investor. Mendekati akhir tahun, emas turun 28 persen untuk 2013, mengakhiri rally-nya selama 12 tahun.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak datar di USD19,41 per ons, spot platinum naik 0,6 persen pada USD1.331,24 per ons setelah jatuh ke level terendah sejak awal Juli di USD1.309.75 pada hari Kamis. Spot palladium turun 0,4 persen pada USD690 per troy ons.

Komentar