Emas Sudah Naik Rp 16.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 21 September 2015 | 11:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, dalam sesi pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 21 September 2015, kembali melompat ke angka Rp 573.000 per gram dan menandai kenaikan sebesar Rp 13.000 per gram sepanjang pekan lalu

Hari ini, Antam melanjutkan tren kenaikan harga jual emas miliknya sebesar Rp 3.000 per gram. Dengan kenaikan ini makana harga emas sepanjang pekan lalu di tambah hari ini telah melompat hingga Rp 16.000 per gram.

Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” logam mulia Antam naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 505 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 505 ribu per gram.

Saat ini Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Di pasar global kenaikan emas juga terjadi drastis. Pada perdagangan pekan lalu, emas ke harga tiga minggu tertinggi pada sesi sebelumnya setelah keputusan Federal Reserve untuk tetap menahan suku bunga AS ketika kekhawatiran ekonomi global meningkat sehingga membebani pasar saham di negara maju.

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Kamis di tengah kekhawatiran ekonomi global, volatilitas pasar keuangan dan inflasi yang melamban. Federal Reserve terus mempertahankan kebijakan suku bunga nol yang dipandang sebagai pelemahan besar untuk dolar yang saat ini menguat terhadap sebagian besar mata uang di seluruh dunia.

Sangat penting untuk membuat dolar terlihat lebih lemah agar pertumbuhan ekonomi dunia kembali menghangat dan menjadikan momen yang positif untuk dolar terhadap mata uang komoditas seperti minyak mentah dan emas.

Satu-satunya alasan yang terjadi pada saat ini adalah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang dapat mempengaruhi situasi permintaan fisik untuk emas.

Cadangan emas Rusia meningkat pada bulan lalu menjadi empat puluh dua koma empat juta ons dibanding pada bulan Juli, menurut pernyataan bank sentral pada hari Jumat.

Pembelian emas bulan Agustus hampir sama dengan tiga puluh koma lima metrik ton pembelian emas Rusia pada bulan Maret, yang merupakan jumlah tertinggi dalam enam bulan.

Rusia, pemegang cadangan emas keenam terbesar di dunia telah meningkatkan cadangan lebih dari tiga kali lipat sejak sepuluh tahun lalu, menurut Dana Moneter Internasional bahkan ketika sanksi internasional atas konflik Ukraina dan penurunan harga minyak berkontribusi menjatuhkan mata uang rubel.

Harga emas terhadap rubel melonjak enam puluh persen persen pada tahun lalu.

Kenaikan harga emas dipengaruhi keputusan Federal Reserve AS yang menolak kenaikan suku bunga.

Komite Pasar Terbuka Federal menolak kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu.
Suku bungag tetap mendekati nol. Ini berlaku sejak puncak krisis keuangan pada tujuh tahun lalu.

The Fed telah merilis pernyataan kebijakan pada pukul 14.00 waktu setempat, tak lama setelah perdagangan reguler untuk emas di Comex berakhir.

Bank sentral AS tidak menaikkan suku bunganya dan emas malah berkilauan karena suku bunga yang rendah dan meningkatkan daya tariknya.

Komentar