Harga Emas Sudah Berantakan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Desember 2013 | 09:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas di pasar lokal maupun global, sepanjang tahun ini sudah sangat berantakan. Sejak rontok dengan isi penghentian stimulus fiskal oleh Bank Sentral atau The Federal Amerika Serikat, harga emas menyentuh titik terendah sepanjang tiga tahun terakhir.

Para analis komoditi di pasar global, seperti New York, London, Hongkong dan Singapura, menganjurkan para investor agar melupakan untuk sementara investasi komoditi tambang logam mulia itu.

Mereka mengingatkan, harga emas masih berpotensi melemah hingga pertengahan tahun depan. Setelah itu emas, menurut para analis, akan bisa melakukan recoveri walau pun melambat untuk mencapai titik harga baru.

Selasa dini hari WIB, 03 Desember 2013, harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange ditutup dengan penurunan harga lebih dari dua persen. Penurunan harga emas global ini terjadi menyusul data peningkatan manufaktur Amerika Serikat selama November 2013 ke level terbaik dalam dua tahun terakhir.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari 2014 turun 28,5 dollar AS atau 2,28 persen, menjadi 1.221,9 dollar AS per ons. Harga ini merupakan yang terendah sejak penutupan perdagangan 5 Juli 2013, berdasarkan pelacakan data kontrak aktif dari Factset.

Menurut analis pasar, Bank Sentral Amerika Serikat mendapatkan lebih banyak bukti saat ini bahwa perekonomian negara itu makin membaik sehingga pengurangan stimulus (tapering) dapat segera dimulai. Gelagat itu mendorong perdagangan aset-aset “surga pengaman” seperti emas.

Manufaktur di AS secara tak terduga mengalami akselerasi pada November 2013, yang menunjukkan pabrik-pabrik akan menjadi tulang punggung perekonomian pada 2014. Indeks Institute for Supply Management naik menjadi 57,3, tertinggi sejak April 2011, dari posisi 56,4 pada bulan sebelumnya.

Kucuran 85 miliar dollar AS per bulan dari The Fed untuk membeli obligasi negara telah mendongkrak harga emas sampai 70 persen dalam rentang Desember 2008 sampai Juni 2011. Ekspektasi inflasi pun turut melejit seiring pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama lain.

Penurunan harga, Senin, juga terjadi pada komoditas perak. Harga kontrak pengiriman perak untuk Maret 2014 turun 74,4 sen atau 3,71 persen, menjadi 19,289 dollar AS per ons.

Di pasar domestik, Jakarta, emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bergerak tipis dan naik turun. Tren kenaikan emas Antam lebih karena ditopang oleh jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar.

Sebenarnya harga emas yang dijual Antam sudah terpuruk jauh dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 600.000 per gram. Kini harga emas yang jual dalam perdagangan Antam masih berada di angka Rp 531.000 untuk setiap gramnya.

Komentar