Harga Emas Stabil, Paladium Naik Melonjak

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Maret 2019 | 14:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini, Selasa, 19 Maret, berada dalam posisi stabil sedangkan paladium menyentuh level tertinggi sepanjang masa

Harga emas bertahan di atas level kuncinya per ounce di tengah ekspektasi Bank Sentral Amerika Serikat  atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga stabil minggu ini.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Selasa  pagi WIB, harga spot paladium naik satu koma empat  persen , setelah menyentuh level tertingginya di awal sesi.

Logam ini telah naik  dua puluh enam persen untuk tahun ini, setelah naik lebih dari sembilan puluh persen dari palung pada pertengahan Agustus tahun lalu.

“Ada permintaan besar dan bursa tidak memiliki bahan,” kata George Gero, Direktur Pelaksana di RBC Wealth Management.

“Industri ini tidak menggunakan batangan, jadi tambang membuat butiran, yang tidak bisa dikirim,” kata Gero.

Pasar paladium tetap dalam defisit pasokan dan diprediksi akan melebar secara dramatis tahun ini. Stimulus potensial dari China, pasar mobil terbesar di dunia, juga mendongkrak harga.

Sementara itu, harga emas di pasar spot stabil

Investor kini telah mengalihkan fokus ke keputusan The Fed tentang suku bunga. Pasar berharap tidak ada kenaikan suku bunga tahun ini, dan bahkan bertaruh suku bunga akan turun pada tahun depan.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan dolar AS dan meningkatkan minat investor pada emas yang tidak menghasilkan.

Kesepakatan perdagangan AS dan China akan berdampak positif bagi Renminbi China dan itu akan menjadi katalisator bagi penguatan harga emas.

Harga emas mampu kembali ke level  terbaiknya pada perdagangan pekan lalu. Untuk pekan ini, harga emas masih akan berada pada level yang sama.

Mengutip kitco,  analis Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, pelemahan sebesar 1 persen pada Kamis pekan lalu menunjukkan bahwa pelaku pasar sepertinya belum terlalu yakin bahwa harga emas bakal akan terus melambung.

Meskipun Jumat harga emas kembali menguat tetapi kenaikannya masih terbatas.

Selain itu, gerak bursa saham yang membaik membuat emas sebagai alternatif instrumen investasi juga tidak terlalu dilirik. Pada pekan lalu indeks acuan  naik tiga persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Biasanya, harga emas akan terdongkrak jika investor melakukan aksi jua di bursa saham.

“Saat ini hampir tidak ada kebutuhan akan safe haven sehingga, meskipun diperkirakan masih akan menguat, tetapi sepertinya belum akan terdongkrak tinggi,” jelas Ole Hansen.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang akan menjadi katalis atau pendorong harga emas pada pekan ini?

Sekali lagi, semua mata akan tertuju kepada keputusan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed). Pemangku kebijakan moneter tersebut akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Ekonom berharap Bank Sentral AS mengungkapkan rencana secara jelas. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi tampaknya akan direvisi turun,” kata ekonom di Capital Economics

Meskipun bank sentral diperkirakan akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi sehingga berdampak kepada kebijakan suku  bunga, Jasper Lawler, kepala penelitian di London Capital Group, mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.

Alasannya, Bank Sentral Eropa dua minggu lalu ketika itu mengejutkan pasar dengan mengeluarkan kebijakan yang tak terduga.

Untuk diketahui, pada pekan lalu, Bank Sentral Uni Eropa  memberikan sinyal adanya stimulus baru dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi untuk Uni Eropa, serta pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari enam koma lima persen menjadi enam persen

Sementara  itu Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 666.500 per gram pada perdagangan Selasa . Pada Senin kemarin, harga emas Antam berada di angka Rp 669.500 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam juga tergerus Rp 3.000 menjadi Rp 594 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 594 ribu per gram.

Komentar