Harga Emas Tergantung Kebijakan AS

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 Juli 2017 | 09:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas diperkirakan tergantung dari kondisi politik di Amerika Serikat

Pelaku pasar akan fokus terhadap kondisi politik AS yang lebih berdampak ke dollar AS dan harga emas ketimbang keputusan bank sentral AS atau the Federal Reserve

Harga emas untuk pengiriman Agustus ditransaksikan naik lebih dari dua persen.

Aksi jual dollar AS meningkat seiring senat AS tidak dapat menggantikan paket kesehatan Obamacare dan menerapkan paket kesehatan baru.

Selain itu, kegagalan tersebut menciptakan keraguan mengenai kemampuan kongres untuk mendorong proposal fiscal termasuk reformasi pajak dan deregulasi.

Analis menilai kalau tekanan dollar AS terjadi lantaran gangguan di pemerintahan AS di bawah pimpinan Donald Trump mulai dari investigasi terhadap potensi adanya hubungan antara Rusia dengan Trump hingga bisnis Trump.

“Ketidakstabilan politik akan berdampak ke emas karena hal itu beri sentimen negatif ke dollar AS. Dalam jangka pendek, emas dapat menguat hingga ada sentimen mendorong penguatan dollar AS,” kata Adam Button, Senior Currency Strategist Forexlive.com, seperti dikutip dari Kitco.com, seperti ditulis hari ini, Senin, 24 Juli.

Bill Baruch, Senior Market Analyst iiTrader juga melihat potensi pelemahan dollar AS dalam jangka pendek.

“Membutuhkan data lebih baik sehingga membalikkan arah pelemahan dollar AS. Saya tidak melihat pekan ini akan terjadi hal itu. Ini butuh satu dan lebih laporan positif sehingga menghentikan pelemahan dollar AS,” ujar dia.

Seiring pelaku pasar fokus terhadap kebijakan politik AS pekan depan, membuat pertemuan the Federal Reserve hanya jadi sentimen minor.

Bank sentral AS atau the Federal Reserve diharapkan dapat bersiap untuk mulai memangkas neraca sekitar emapt koma lima triliun dolar  pada awal September.

Berdasarkan hasil notulensi pertemuan the Federal Reserve pada Mei, bank sentral akan kurangi surat berharga sekitar enam miliar dlar setiap bulan.

Kemudian bertambah menjadi enam milar dolar miliar setiap tiga bulan hingga mencapai tiga puluh  miliar.
“Satu hal yang tertinggal mengenai detil rencana the Federal Reserve, tapi saya pikir itu tidak berpengaruh ke pasar. Kenyataannya tidak ada rahasia lagi dari the Federal Reserve,” ujar Darin Newsom, Senior Analyst Telvent DTN.

Baruch juga menambahkan, kalau pengumuman the Federal Reserve pada pekan ini hanya berdampak sedikit ke pasar.

Dolar AS yang berpotensi melemah akan mendongkrak harga emas. Harga emas ditransaksikan di kisaran US$ 1.200-US$ 1.300 per ounce.

Analis menuturkan, perlu memperhatikan level resistance dalam jangka pendek.

Baruch mengatakan, harga emas perlu mencapai level di atas US$ 1.260 per ounce sehingga dapat melanjutkan kenaikan.

Sedangkan Newsom menyatakan level harga emas yang perlu dicermati yaitu di kisaran US$ 1.260.

Sementara itu harga emas lokal yang diperdagangan PT Aneka Tambang Tbk, hari ini, Senin, 24 Juli, stabil. Artinya sama dengan harga perdagangan pekan lalu.

Namun untuk harga buyback atau pembelian kembali emas Antam susut Rp 2.000 ke Rp 530 ribu per gram.

Harga jual ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 530 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Adapun harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.20 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam sudah tak tersedia.

Antam juga menjual emas dengan corak batik. Untuk harga emas batik dengan ukuran 10 gram, Antam menjualnya di angka Rp 6.050.000 atau Rp 605 ribu per gram.

Sedangkan untuk ukuran 20 gram, Antam menjualnya di harga Rp 11.705.000 atau Rp 585.250 per gram.

Komentar