Harga Emas Pada Posisi Tertingg Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 November 2018 | 08:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Jumat, 16 November, emas global di Comex mencatatkan harga tertingginya setelah sehari sebelumnya ditandai dengan kenaikan tipis.

“Kenaikan ini  seiring langkah investor yang mencari perlindungan dari gejolak pasar, setelah draft perjanjian lama yang ditunggu-tunggu terkait rencana Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) kembali menuai polemik,” tulis laman media keuangan terkenal “bloomberg,” pagi ini, Jumat WIB.

Kondisi ini membantu logam bertahan dari penguatan terhadap Dolar AS.

Harga emas di pasar spot naik nol koma tiga  persen  per ounce, setelah menyentuh posisi tertinggi sejakawal pekan pertama  November lalu

Harga juga sempat menjauh dari posisi terendah dalam sebulan terakhir.

Adapun harga emas AS ditutup naik nol koma empat persen per ons.

“Ketidakpastian seputar Brexit adalah faktor terbesar saat ini. Ini menjadi berita utama lagi,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di US Global Investor.

Perdana Menteri Inggris Theresa May diketahui tengah berjuang untuk menyelamatkan satu rancangan perihal Brexit. Ini salah satu yang mempengaruhi harga emas saat ini.

Matousek mengatakan jika saat ini orang-orang mencari keamanan pada aset seperti emas dan minyak mentah, serta dolar.

“Jika emas bisa bertahan di atas level USD 1.209, kita bisa melihatnya naik terus,” jelas dia.

Memang, dolar kembali mempertahankan kenaikannya terhadap mata uang lainnya. Mata uang telah muncul sebagai aset safe haven yang dominan di tahun ini.

Serta berhasil merusak daya tarik emas, yang telah jatuh  sebelas persen dari puncaknya pada April, dipicu perang perdagangan AS-Cina dan kenaikan suku bunga AS.

“Risiko geo-politik tetap tinggi … ini yang mendukung emas dan membawa keuntungannya hingga akhir tahun dan di 2019. Gejolak politik yang terjadi hari ini dan meningkatnya ketidakpastian mengenai prospek untuk Brexit,” kata Mark O’Byrne, Direktur Penelitian dari Agen emas GoldCore yang berbasis di Dublin.

Meski demikian, perang dagang menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Ini terkait rencana Presiden AS Donald Trump diharapkan bertemu Presiden Cina XiJinping pada pertemuan G20 di Argentina bulan ini.

Adapun harga Palladium melonjak lebih dari empat  persen, mencapai rekor tertinggi .

“Tampaknya ada permintaan yang bagus (untuk paladium) mobil listrik dan mesin diesel di Eropa dan China,” kata George Gero, Managing Director RBC Wealth Management.

Kemarin, usai rilis data ekonomi Amerika Serikat, harga emas juga mengalami kenaikan.

Data ekonomi yang dirilis pada Rabu waktu setempat  atau Kamis WIB menunjukkan indeks harga konsumen Amerika Serikat  naik bol koma tiga persen pada Oktober. Ini kenaikan terbesar sejak Januari dan menyami perkiraan ekonom yang disurvei Marketwatch.

Selain itu, indeks dolar AS tergelincir

Dolar AS menguat mendorong harga emas melemah. Pada awal pekan ini, indeks dolar AS sempat sentuh level tertingginya selama empat bulan terakhir

Indeks dolar AS sudah naik secara year to date (ytd) seiring harapan kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau the Federal Reserve. Bank sentral AS diperkirakan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang dan tiga kali pada tahun depan.

Suku bunga lebih tinggi dapat meningkatkan dolar AS  dan permintaan suram untuk komoditas berdenominasi dolar AS. Akan tetapi, emas dapat menjadi aset safe haven seiring investasi berisiko akan tertekan pada tahun mendatang

“Emas telah menjadi investasi yang sulit sejak enam tahun lalu  Ketika kita melihat emas mendapatkan daya tarik, dolar AS mendapatkan kembali semangatnya. Kami melihat pembalikan yang tak terelakkan,” ujar Chris Weston, Kepala Peneliti Pepperstone Group, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ia prediksi, harga emas dapat kembali berkilau pada tahun depan yang dipicu tanda-tanda yang sudah muncul .

Adapun pergerakan harga komoditas lainnya antara platinum melemah  Harga palladium naik  Harga tembaga untuk pengiriman Desember menguat

Harga emas di Comex Merchantil Exchange, New York, sehari sebelumnya, kembali berkibar bersamaan dengan melemahnya nilai tukar dollar Amerika Serikat.

Pelemahan dollar ini disebabkan pelonggaran  beberapa komoditas yang mengakibatkan investor mengalihkan uangnya ke perdagangan emas.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan terkenal “bloomberg,” pagi ini, Rabu WIB,  harga emas di pasar spot naik tipis nol koma dua persen per ounce

Sebelumnya, harga emas sempat jatuh ke titik terendah sejak Oktober.

Sedangkan harga emas berjangka AS stabil

Komentar