Harga Emas Mulai Mengecewakan

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 September 2014 | 10:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas batangan yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini Senin, 01 September 2014, bergerak kembali, turun, Rp 1.000, setelah sempat naik Rp 1.000 pada akhir pekan kemarin. Emas Antam pada perdagangan hari ini dijual di Rp 531.000.

Namun, harga beli kembali atau “buyback” tetap berada di Rp4 75.000 per gram.

Dengan turunnya harga emas kepada harga penutupan perdagangan pekan lalu, menjadikan logam mulia ini sangat tidak kompetitif untuk “save haven.” Dengan harga yang statis ini Logam Mulia menjual emas berukuran 500 gram dengan harga Rp 245.800.000, 250 gram Rp 123.000.000 dan 100 gram Rp 49.250.000.

Sedangkan untuk ukuran 50 gram di jual Rp 24.650.000, 25 gram Rp 12.350.000, 10 gram Rp 4.970.000, 5 gram Rp 2.510.000, 4 gram Rp 2.008.000, 3 gram Rp 1.515.000, 2,5 gram Rp 1.267.500, 2 gram Rp 1.022.000 dan 1 gram Rp 531.000

Sementara itu di pasar global harga emas l nyaris tidak bergerak, namun pergerakannya sudah berada di jalur kenaikan bulanan pertama sejak Juni. Hal ini dikarenakan beberapa investor mulai membuang sahamnya dan menuangkan uang mereka kembali ke emas karena adanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Mengutip laman Reuters dari Singapura, emas sedikit berubah pada USD1.290,25 per ons. Emas AS stabil di level Rp1.291,40 per ons.

Kenaikan ini dilatarbelakangi karena Presiden Ukraina mengatakan pada Kamis bahwa tentara Rusia telah memasuki negaranya untuk mendukung pemberonta pro-Moskow yang ditangkap, meningkatnya perang separatis dan mendorong kemarahan dan kekhawatiran di antara sekutu Barat Kiev.

Selain itu, Investor dan Trader AS telah mengajukan lebih dari dua lusin tuntutan hukum antitrust terhadap bank-bank yang terlibat dalam pengaturan ketetapan Emas dan perak London, menuduh mereka bersekongkol untuk memanipulasi emas global dan benchmark harga perak.

AS juga mengintensifkan mendorong untuk membangun kampanye internasional melawan pejuang jihad Negara Islam di Irak dan Suriah, termasuk mitra merekrut potensi aksi militer gabungan, para pejabat pemerintahan Obama mengatakan Rabu.

Komentar