Harga Emas Menemukan Jalan Buntu

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 Desember 2016 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia menemukan jalan buntu untuk bisa menanjak dan amblas lagi hari ini, Jumat, 02 Desember pagi WIB, walau pun dollar mengalami pelemahan.

“Harga emas ditutup lebih rendah pada perdagangan kemarin, menyusul penurunan bulanan terbesar komoditas ini dalam lebih dari tiga  tahun,” tulis laman situs ekonomi “bloomberg”.

Emas untuk kontrak Februari turun .

Melansir marketwatch, investor menghindari aset ini dan beralih ke saham dan minyak yang kinerjanya sedang bagus.

Penurunan emas cenderung terbatas, meski saham, minyak, surat utang, dan dolar naik setelah hampir delapan pekan kenaikan.

Tapi banyak analis melihat ada perubahan sedikit pada gambaran fundamental yang mendungkung dolar dan bunga, yang mana menjadi pengaruh paling besar untuk harga emas.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang lain  juga turun

Namun penurunan ini tam cukup mengangkat harga emas.

Saham AS pada awal Desember mengawali perdagangan dengan baik, setelah saham energi memimpin kenaikan, imbas dari OPEC yang sepakat untuk memangkas produksi minyak.

Harga emas sebenarnya sudah turun sebelum pertemuan OPEC, karena pelemahan mata uang Jepang, Yen menurut Chintan Karnani, Kepala Analis Pasar di Insignia Consultants.

Data gaji pada Jumat diharapkan akan memberikan pengaruh pada perdagangan emas, dan pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan datang juga Bank Sentral Eropa jga diharapkan bisa memberi dampak

Harga emas memang sudah  jatuh hingga ke level terendah dalam sepuluh bulan. Ini disebabkan oleh penguatan dolar Amerika Serikat  dan harga minyak melonjak pengaruhi harga emas.

Pada perdagangan hari ini, harga emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex turun
Penguatan laporan data tenaga kerja ADP dan survei ISM Chicago business telah menekan harga emas ke level terendah.

Rilis data ekonomi tersebut mendorong spekulasi bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve segera menaikkan suku bunga.

Data ekonomi positif juga mendorong kenaikan indeks dolar AS.

Pertemuan OPEC di Vienna, Austria juga akhirnya memutuskan memangkas produksi  minyak.

Hasil pertemuan itu mendorong lonjakan harga minyak.

Pergerakan harga minyak ini juga yang mempengaruhi harga emas.

Pelaku pasar ragu OPEC akan memangkas produksinya.

Sentimen itu menekan harga minyak. Sementara itu, indeks dolar AS tertekan akibat aksi ambil untung usai sentuh level tertinggi.

Secara teknikal, harga emas ditutup hampir sentuh level terendah.

Harga emas dapat naik asal dapat ditutup di atas level resistance US$ 1.300.

Adapun pelaku pasar akan fokus terhadap rilis data ekonomi menjelang akhir pekan ini antara lain, produk domesti bruto  Amerika Serikat

Kenaikan harga minyak itu sedikit membantu harga emas dan perak.

Mengutip laman Kitco,  ketidakpastian referendum Italia pada 4 Desember soal reformasi konstitusi juga akan mempengaruhi harga emas.

Hasil keputusan referendum Italia dapat membantu mendorong harga emas di tengah ketidakpastian.

Sementara itu untuk harga lokal,  PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menaikkan emas jualannya dengan  Rp 1.000 per gram  untuk menjadi Rp 589 ribu per gram pada perdagangan Jumat pagi WIB ini.

Pada hari sebelumnya, Antam menjual harga emas di posisi Rp 588 ribu per gram.

Demikian juga harga pembelian kembali atau buyback naik Rp 1.000 menjadi Rp 511 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 511 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian kembali ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian ukuran emas Antam tidak tersedia. Ukuran emas Antam yang tidak tersedia antara lain ukuran 2 gram, 50 gram, dan 250 gram.

Komentar