Harga Emas Lompat Rp 10.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 November 2013 | 11:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Kamis, 14 November 2013, berbalik arah, setelah turun selama dua hari terakhir, dengan mengadakan lompatan tertinggi Rp 10.000 setiap gramnya. Kenaikan harga emas di pasar domestik, terutama yang diperjualbelikan Antam, merupakan gejala global dari kenaikan harga jual komiditi itu di pasar New York.

Dari Singapura, juga dikabarkan, harga emas menemukan momentum harganya setelah selama enam minggu terakhir terjerembab ke dasar harga paling rendah. Bahkan Cina dan India kembali menambah cadangan devisanya dengan membeli emas di pasar berjangka komoditi logam mulia New York untuk pesanan Desember.

Setelah pada perdagangan kemarin harga emas yang dijual Antam turun Rp1.000, harga jual emas berbalik arah, dan naik tajam pada posisi Rp 528.000 per gram. Penguatan emas ini, selain dari tren harga global, juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp11.600 per USD

Mengutip situs resmi milik Antam, “Logammulia.com,” Kamis pagi, harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” emas produksi perseroan itu juga naik dengan nominal yang sama menjadi Rp 460.000 per gram.

Dari Singapura diberitakan oleh “Reuter,” harga emas global memperpanjang kenaikan sesi kedua setelah Janet Yellen, calon kuat untuk mengisi kursi The Federal Reserve, Bank Sentral AS, berikutnya. Dalam pidatonya, Yellen mengisyaratkan bank sentral Amerika Serikat tersebut, akan terus memberikan stimulus sampai ekonomi cukup kuat.

Akibatnya, emas yang telah menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi ikut menguat. “Reuters,” memberitakan, emas jenis Spot naik USD6,39 atau 0,5 persen ke USD1.285 per troy ons. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik USD16,3 atau 1,29 persen ke USD1.284,7 per troy ons.

Harga emas merosot tajam sejak Kamis lalu, setelah data gross domestic product (GDP) AS melonjak, dan data pertumbuhan pekerjaan juga mencatat kenaikan cukup tinggi. Hal ini membawa kekhawatiran the Fed dapat memangkas stimulus pada akhir tahun nanti.

Yellen, calon kuat Gubernur The Fed yang dipilih Presiden Barack Obama, mengatakan ekonomi dan pasar tenaga kerja saat ini jauh dari potensi asli mereka. Itu mendorong ekspektasi bank sentral akan terus memacu obligasi USD85 miliar per bulan.

Langkah-langkah stimulus ini, telah menjadi support kunci untuk harga emas dalam beberapa tahun terakhir, karena mereka memoles daya tarik logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Sementara itu perdagangan emas batangan di Jakarta, yang dikendalikan oleh Antam, memberitakan, harga jual emas ukuran dua gram kini dihargai Rp 1.016.000 atau Rp 508.000 per gram. harga jual emas ukuran 2,5 gram dihargai Rp 1.260.000 atau Rp 504.000 per gram. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp 1.506.000 atau Rp 502.000 per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp 1.996.000 atau Rp 499.000 per gram.

Emas 5 gram dijual Rp 2.495.000 atau Rp 499.000 per gram. Harga emas 10 gram dijual Rp 4.940.000, dengan harga per gram Rp 494.000. Harga emas 25 gram Rp 12.275.000 dengan harga per gram Rp 491.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp 24.500.000, dengan harga per gram Rp 490.000.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp 48.950.000, dengan harga per gram Rp 489.500 dan harga 250 gram mencapai Rp 122.250.000, dengan harga per gramnya dihargai Rp 489.000. Harga emas ukuran 500 gram dibanderol Rp 244.300.000, dengan harga per gramnya Rp 488.600

Komentar