Harga Emas Lemah Oleh Penguatan Dollar

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 November 2018 | 08:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Rabu 21 November, harga emas dunia di Comex Merchantil Exchange, New York, mengalami tekan kuat bersamaan dengan penguatan dollar Amerika Serikat.

Seperti ditulis laman media keuangan terkenal “blomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas melemah pada perdagangan Selasa karena tekanan kenaikan nilai tukar dolar AS.

Pelemahan harga emas ini tidak terlalu dalam karena volume perdagangan juga kecil menjelang libur Thanksgiving.

Harga emas di pasar spot turun nol koma dua puluh lima5 persen per  ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS juga turun .

“Perdagangan relatif sepi pada saat ini. Emas tidak memiliki momentum kali ini dan lebih terdampak faktor sektoral seperti penurunan di sektor energi,” jelas Ross Norman, CEO Sharps Pixley.

“Kami melihat harga emas dalam kisaran  yang sempit untuk sisa tahun ini,” tambah dia.

The dollar index yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lain naik dari posisi terlemah dalam dua minggu setelah komentar yang cukup hati-hati pejabat Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

The Fed memperkirakan bahwa prospek global dan data ekonomi AS yang lemah meningkatkan keraguan tentang laju kenaikan suku bunga mendatang.

The Fed telah menaikkan suku bunga tiga kali sepanjang tahun ini. Hal ini membuat harga emas mengalami tekanan karena harus bersaing dengan instrumen investasi seperti surat utang.

Selain itu, kenaikan suku bunga The Fed juga membuat nilai tukar dolar AS menguat dan berdampak buruk kepada emas karena harganya akan lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi dengan mata uang di luar dolar AS.

Sementara kenaikan suku bunga keempat diharapkan bulan depan dan tiga lagi tahun depan. Mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan risikonya adalah bahwa Fed akan memperlambat laju itu.

Di luar itu, ada sedikit prospek yang mampu mendorong kenaikan harga emas.

Tren penurunan saham global selama dua bulan terakhir memicu aliran terbatas ke dalam logam mulia. Emas menjadi instrumen safe haven pada saat ketidakpastian ekonomi atau politik.

“Ketegangan perdagangan tetap tinggi antara AS dan China, ekuitas global berada di bawah tekanan, sementara negosiasi Brexit terus menciptakan ketidakpastian di pasar, menjaga status safe haven emas tetap utuh,” jelas analis MKS PAMP dalam sebuah catatan.

Investor kini mengawasi dengan cermat KTT G20 di Argentina yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Dalam pertemuan tersebut Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas sengketa perdagangan mereka.

Sehari sebelumnya,, Selasa 20 November,  harga emas sempat menguat tipis dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat

Namun harga emas tetap dalam kisaran ketat karena investor menunda langkah besar menjelang liburan Thanksgiving di Amerika Serikat  yang berlangsung pada Kamis.

Harga emas sedikit berkilau usai dolar jatuh ke posisi terendah dalam dua minggu. Ini setelah muncul komentar pejabat Federal Reserve yang menyarankan bank sentral untuk segera menetapkan akhir siklus kebijakan pengetatannya, terkait ekonomi AS.

Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. “Ada banyak ketidakpastian pada apakah Federal Reserve akan menerapkan tingkat bunga yang netral atau akan membawanya di atas netral, sementara,” kata David Song,  Analis di DailyFX.

“Pasar menunggu sedikit lebih jelas tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember serta prospek untuk 2019,” dia menambahkan.

Volume perdagangan emas diperkirakan akan lebih tenang sebelum Thanksgiving. “Saya memperkirakan harga akan terkonsolidasi di sekitar level pasarnya sepanjang sisa minggu ini. Tidak ada banyak aksi berita di pasar,” kata Phil Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior RJO Futures di Chicago.

Komentar