Harga Emas “Longsor” Terus

Penulis: Darmansyah

Kamis, 16 Mei 2013 | 11:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas selama empat hari terakhir seperti tanah longsor. Sudah empat setengah persen harga tergerus dari hari perhari tanpa menunjukkan geliat menaik atau bertahan. Tidak hanya di pasar global. Harga emas yang seperti tanah runtuh itu juga menerpa pasar regional, nasional dan lokal.

Data ekonomi global untuk menjawab kebutuhan investasi di kuartal pertama 2013, yang bermunculan, pekan ini, secara terus menerus menekan harga berbagai komoditas, termasuk emas. Harga logam mulia ini turun ke dasar paling rendah selama tiga tahun terakhir.

Di pasar global harga emas untuk pengiriman Juni 2013 di Commodity Exchange (Comex) yang tercatat sampai pagi ini, mencapai 1.407,10 dollar AS per troy ounce. Harga ini telah mengalami “longsor” sebesar 4,52 persen kalau diakumulasikan dalam lima hari terakhir.

Mencermati penurunan harga emas tersebut, Ibrahim, analis Harvest International Futures mengatakan, bagi para investor yang mau melakukan pembelian emas fisik untuk bersiap-siap melakukan aksi beli. Pasalnya kemungkinan besar harga emas masih akan turun lagi dan menyentuh level terendah di bulan Mei di kisaran 1.353 dollar AS per troy ounce. “Minggu depan akan bagus untuk para investor membeli emas,” kata Ibrahim.

Ibrahim mengingatkan para investor untuk tidak terburu nafsu membeli emas secara besar-besaran. Pasalnya, harga emas pada tahun ini masih berpotensi untuk turun ke level lebih rendah lagi. Ia memprediksi, harga emas bahkan bisa lebih rendah dari penurunan tajam pada pertengahan April lalu.

Ibrahim meramal, harga emas akan turun lagi pada kuartal III tahun ini. Perkiraan ini didasarkan pada membaiknya prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memicu bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mempercepat penghentian program stimulus moneter. Penghentian program akan menyeret harga emas tembus di level 1.200 dollar AS per troy ounce.

Analis Philip Futures Indonesia Juni Sutikno berpendapat lain. Menurutnya, penurunan tajam harga emas tidak akan terulang lagi di tahun ini. Dus, investor yang mau berinvestasi emas dalam jangka waktu lama, jangan kehilangan momentum untuk membeli emas saat harga sedang turun, seperti sekarang ini.

Menurut perhitungannya, harga emas dunia akan naik kembali ke kisaran 1.400 dollar AS-1.500 dollar AS seiring meningkatnya permintaan emas fisik dunia. Juni memperkirakan, harga emas di dalam negeri juga akan kembali naik di kisaran Rp 550.000- Rp 600.000 per gram sampai dengan akhir tahun nan

Sementara itu untuk keempat harinya secara berturut-turut, harga emas logam mulia di PT Aneka Tambang Tbk  terus mengalami penurunan. Hal ini mengikuti harga emas dunia yang mengalami pelemahan. Dalam lima hari ini harga emas dunia sudah melorot 4,52 persen.

Dikutip dari situs logam mulia, Kamis pagi “nuga.co” mencatat, harga emas logam mulia terkecil dijual Rp 517.000 per gram,turun Rp 2.000 per gram dibanding perdagangan kemarin. Semua stok ukuran emas logam mulia tersedia, kecuali ukuran 500 gram.

Harga emas batangan ini memang sangat tergantung dengan pergerakan emas internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar AS.

Berikut harga emas batangan yang dijual Logam Mulia Antam hari ini:
Pecahan 1 gram         :  Rp 517.000
Pecahan 5 gram        :  Rp 2.440.000
Pecahan 10 gram      :  Rp 4.830.000
Pecahan 25 gram      :  Rp 12.000.000
Pecahan 50 gram      :  Rp 23.950.000
Pecahan 100 gram   :  Rp 47.850.000

Sementara harga buyback atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam adalah Rp 437.000 per gram, turun Rp 9.000 per gram dibanding perdagangan kemarin.

Komentar