Emas Lokal dan Global Masih Melambat

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Juni 2018 | 09:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Senin, 04 Juni, kembali turun Rp 1.000 menjadi Rp 648 ribu per gram . Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 649 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau buyback di posisi Rp 576 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 576 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, seluruh emas Antam masih tersedia.

Sementara itu, harga emas dunia pada penutupan pekan laludi Comex Exchange Mercantil, New York,  melanjutkan kenaikannyaa.

Selain isu politik Italia  adanya data perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi pendorong kenaikan

Seperti yang ditulis laman keuangan dan ekonomi “bloomberg,” Kamis pagi WIB,  harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen per ounce  waktu London.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik nol koma satu persen menjadi USD 1.300 per ounce.

Departemen Perdagangan AS mengeluarkan estimasi bahwa angka pertumbuhan ekonomi AS meningkat dua koma dua persen.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yang ada di angka dua koma tiga persen.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara dengan perekonomian tersebut di dunia ini tentu saja memberikan tenaga kepada emas karena kemungkinan besar mampu menahan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.

Memang, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS menjadi mimpi buruk bagi emas karena harus bertarung dengan obligasi yang memberikan keuntungan imbal hasil dan kenaikan harga.

Adanya estimasi dari Departemen Perdagangan AS tersebut mendorong pelemahan dolar AS sehingga jatuh ke level terendah dalam lebih dari 6 bulan.

Pelemahan nilai tukar dolar AS ini juga menjadi tenaga bagi logam mulia karena harga emas akan lebih murah bagi investor yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

“Risiko kenaikan suku bunga AS sebenarnya masih tinggi tetapi ada sedikit bantuan dengan pengumuman angka inflasi ini,” jelas konsultan dari Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Sehari sebelumnya, Rabu, harga emas di pasar Spot juga  naik sangat tipis

Pekan lalu harga emas sempat mencapai posisi terendahi

Pasar emas antara lain dipengaruhi  kekhawatiran  investor teradap isu politik global.

Kondisi ini bisa membuat quasi-referendum peran Italia di Uni Eropa. Dan ini memperkuat zona euro di negara tersebut lebih jauh.

Emas, dilihat sebagai tempat berlindung yang aman, sering mendapat keuntungan dari kekacauan politik di satu negara.

“Pasar mendekati peristiwa risk-off besar-besaran,” kata Shree Kargutkar, Wakil Presiden dan Manajer Portofolio Sprott Asset Management.

Dia mengatakan, pedagang mulai memburu dolar AS versus euro, sterling, serta mata uang  atau emerging marketlainnya. Ini yang menjelaskan sebab Dolar AS menguat.

Emas dinilai berada di posisi sangat baik ketika diukur dengan berbagai mata uang utama dan terus mempertahankan uptrend terhadap dolar AS.

Komentar