Emas Lokal dan Global Kembali Terpuruk

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 Juli 2018 | 09:19 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas kembali terpuruk. Hari ini, Kamis, 12 Juli, ema yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun lagi sebesar Rp 2.000 per gram.

Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 646 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam di posisi Rp 572 ribu per gram.

Harga buyback emas Antam ini turun Rp 4.000 dari posisi kemarin Rp 576 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 572 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga  menjelang siang  WIB, sebagian besar emas Antam masih tersedia.

Namun ada sejumlah emas Antam juga sudah tak tersedia antara lain ukuran 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, dan 25 gram.

Tidak hanya di tingkat lokal harga emas dunia di COMEX New York juga ambruk karena  didorong sentimen Amerika Serikat  yang  akan k mengenakan  tarif baru untuk impor barang China .

Selain itu, dolar AS menguat juga menekan harga emas. Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump merinci daftar produk China yang dapat kena tarif sepuluh persen.

Rencana tersebutjuga akan meminta tanggapan publik selama dua bulan sebelum pungutan dikenakan.

Sentimen tersebut mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam sebelas bulan terhadap yuan dan memukul dolar Australia. Akan tetapi, euro cenderung tidak bergerak.

Dolar AS yang menguatmembuat emas lebih mahal untuk investor non-AS.

“Emas merasakan tekanan dan dolar AS lebih kencang menguat,” ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis  pagi WIB.

Harga emas di pasar spot naik nol koma sembilan persen  per ounce sebelum turun dari level terendah dalam delapan hari terakhir.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun  nol koma sembilan persen  per ounce.

“Opsi emas akan terus semakin tinggi berarti diposisikan harga naik.Ini artinyaposisi investor terhadap harga akan terus naik,” ujar Analis ING Oliver Nugent.

Namun sentimen tarif impor baru terhadap barang China yang akan dikenakan AS pengaruhiharga emas.

“Karena risiko perdagangan meningkat, investor berlindung. Sebagai hedge fund saya selalu memiliki emas dan ini menjadi lebih menantang karena dolar AS,”kata Kepala Perdagangan APAC, Stephen Innes.

 

Komentar