Harga Emas Kembali Terhenyak Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 9 Desember 2016 | 10:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas dunia dan lokal, hari ini, Jumat, 09 Desember 2016, kembali terhenyak bersamaan dengan makin mendekatnya kenaikan suku bunga The Fed, seperti nyang dikehendaki oleh perekonomian Amerika Serikat.

Untuk perdagangan lokal, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, kembali menjual emasnya dengan harga yang lebih rendah Rp 1.000 menjadi Rp 585 ribu per gram

Pada Kamis kemarin, Antam menjual harga emas di posisi Rp 586 ribu per gram.

Namun harga pembelian kembali atau buyback turun lebih rendah Rp 3.000 menjadi Rp 499 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 499 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga di hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram, dan hingga menjelang siang WIB, beberapa ukuran emas Antam tidak tersedia. Ukuran emas Antam yang tidak tersedia antara lain ukuran 2 gram, 50 gram, 100 gram dan 250 gram.

Harga emas berjangka memang mengalami penurunan yang datang dari  imbasi kenaikan dolar dan rencana kebijakan Bank Sentral Eropa.

Dolar menguat karena European Central Bank memutuskan untuk mengurangi program pembelian surat utang.

Emas tetap berada di rentang perdagangan yang ketat. Komoditas ini sensitif terhadap kebijakan bank.

Buktinya, kebijakan Eruperan Central Bank mengangkat nilai dolar dan aset yang dihargai dolar, termasuk pekan depan.

Pertemuan The Federal Reserve pekan depan juga dinilai akan bisa mempengaruhi harga logam mulia. Emas sudah melacak dolar dan imbal hasil dari keputusan kebijakan soal suku bunga itu.

“Kebalikan untuk emas dibatasi oleh kekhwatiran bahwa the Fed akan menaikkan suku bunganya pekan depan. Ini alasan utama kita melihat banyak yang menjual emas mereka,” ujar Naee, Aslam, Kepala Pasar Analis di ThinkMarkets dilansir dari Marketwatch, Jumat pagi WIB

“Kita memang berpikir bahwa kita sudah melihat ada banyak yang menjual emasnya jika The Fed menaikkan suku bunga. Apa yang penting adalah berapa kenaikan suku bunga the Fed yang akan kita lihat di tahun depan,” imbuhnya.

Kemarin, Kamis, emas sempat melonjak ke harga tertinggi terbaru pada minggu ini, karena  didukung oleh dolar yang melemah karena penurunan imbal hasil obligasi AS.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik lebih setengah persen  per troy ounce.

Beberapa aksi short-covering di pasar emas berjangka masuk ke pasar setelah tekanan jual yang terjadi di pasar emas baru-baru ini telah mendorong harga ke level terendah sepuluh bulan pada awal pekan ini.

Kamis kemarin juga, ECB akan melakukan pertemuan yang di akhiri dengan konferensi pers oleh Presiden Bank Mario Draghi yang akan memberikan beberapa petunjuk baru tentang rencana kebijakan moneter ECB untuk tahun depan.

Pertemuan ECB berpotensi akan menjadi penggerak pasar di hari itu.

Pasar menunggu petunjuk perpanjangan program pembelian aset Bank Sentral Eropa, yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan harga. Mata uang Euro berada di dekat tiga minggu tertinggi terhadap dolar pada hari Kamis, karena investor mengalihkan perhatian pada pertemuan ECB.

Bank of Canada mengatakan tetap stabil mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya serta mengatakan ekonomi global masih terus menguat.

BoC mencatat bahwa ada masih sedikit pelemahan dalam perekonomian Kanada karena ketidakpastian yang terus-menerus terjadi sehingga merusak kepercayaan bisnis dan meredam investasi di mitra dagang utama Kanada.

Komentar