Harga Emas Kembali Amblas Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Februari 2017 | 09:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih belum mampu kembali ke harga terbaiknya setelah, hari ini, Selasa, 28 Februari, turun kembali sebesar  Rp 1.000  dan menetap di posisi  Rp 596 ribu per gram

Sehari sebelumnya, Senin, harga emas Antam memberi harapan untuk kembali ke harga Rp 400 ribu per gram setelah bertengger di angka  Rp 597 ribu per gram.

Sementara harga buyback turun Rp 2.000 menjadi Rp 530 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga Rp 530 ribu per gram.

Harga jual ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB,  semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Di pasar global, harga emas juga  jatuh usai sempat mencapai posisi tertinggi dalam tiga setengah bulan.

Penurunan harga terpicu kenaikan imbal hasil Treasury AS dan investor yang menanti pidato Presiden AS Donald Trump di depan kongres perihal belanja infrastruktur, pungutan impor dan kebijakan luar negeri lainnya.

Rencananya Trump akan memberikan pidato di depan kongres pada Selasa malam.

“Apa yang ia akan ungkapkan mungkin penting untuk emas. Misalnya, jika ia mengumumkan pelonggaran fiskal yang signifikan, yang akan meningkatkan ekspektasi inflasi dan investor timah menjadi emas, “kata Analis Danske Bank Jens Pederson.

Namun dia menambahkan, jika Trump memutuskan untuk menyesuaikan tarif pajak perbatasan  justru akan berdampak negatif bagi emas karena Dolar yang lebih tinggi.

“Seluruh kebijakan luar negeri mungkin berarti ketidakpastian politik dan positif untuk emas,” dia menambahkan.

Harga emas sempat mencapai posisi tertinggi dalam tiga setengah bulan setelah Trump mengatakan ia akan mengusulkan anggaran yang akan meningkatkan pengeluaran pada pertahanan, tapi mencari sumber lain untuk membayar untuk itu.

Pekan lalu harga emas sempat  mencapai posisi tertinggi dalam tiga setengah bulan terimbas melemahnya dolar yang jatuh ke level terendah dalam satu

Pasar emas menggeliat usai Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa setiap langkah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump mungkin hanya memiliki dampak terbatas tahun ini, meskipun ia ingin melihat adanya reformasi pajak digulirkan pada Agustus.

Banyak yang menilai perlu kerja keras terkait rencana pengurangan pajak yang seperti Mnuchin sebutkan telah menjadi prioritas utama, dan investor bertaruh ini akan mendorong pertumbuhan dan inflasi pada tahun ini.

“Kami punya kekosongan kebijakan, tarif  yang turun, dolar yang melandai dan geopolitik  di seluruh dunia … semua hal ini telah mendorong harga emas, ” kata analis ICBC Standard Bank Tom Kendall.

Pasar saham global utama memang telah jatuh karena keyakinan investor berkurang jika kebijakan Trump akan menguntungkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini kemudian diikuti melemahnya dolar.

“Denominasi dolar membuat logam safe haven berharga ini meningkat setelah sebelumnya Wall Street berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan meskipun dolar mendekati level tertingginya dalam multi-tahun tertinggi,” ujar Fawad Razaqzada, Analis Teknis untuk
Forex.com.

Komentar