Harga Emas Jeblok Diakhir Pekan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 September 2013 | 11:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Romantisme harga emas selama sepekan terakhir, yang bagaikan penurunan dan pendakian, Jumat pagi, 27 September 2013, menemukan momentum barunya dengan mengalami jeblok sebesar Rp 3.000 per gram, setelah sehari sebelumnya mendaki bersamaan dengan kenaikan harga emas di pasar global sebesar Rp 4.000 setiap gramnya.

Penurunan harga jual di PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, yang menjadi rujukan perdagangan emas di Jakarta, seperti yang dikutip “nuga.co” dari situs “logam mulia.co,” Jumat pagi menunjukkan harga emas terkecil dijual Rp 535.000 per gram, atau turun Rp 3.000 per gram dibanding perdagangan kemarin.

Khusus untuk harga pembelian atau lebih dikenal dengan sebutan “buyback” untuk setiap gramnya, Antam mematok Rp 480.000 yang juga turun Rp 7.000 per gram dibanding perdagangan kemarin.

Terjunnya kembali emas di pasar Jakarta, seperti yang diperdagangkan Antam, disebabkan pengaruh dari penjualan emas global yang tergelincir di perdagangan sesi kedua dan sehingga berada di jalur penurunan mingguan kelima.

Harga emas di New York, masih dilanda ketidakpastian terus-menerus atas Federal Reserve prospek stimulus.

Seperti yang “nuga.co” kutip dari edisi ekonomi Reuters, Jumat, 27 September 2013, emas jenis Spot turun USD2,30 atau 0,2 persen menjadi USD1.320,79 per troy ons, membawa kerugian mingguan menjadi 0,3 persen. Logam telah jatuh lebih dari 5 persen dalam beberapa pekan terakhir. Sementara untuk emas berjangka pada pengiriman Desember turun USD2,50 atau 0,19 persen menjadi USD1.321,60 per troy ons.

Pengaruh harga emas yang tidak menentu ini juga dipengaruhi ketegangan baru antar Partai Republik di Kongres Amerika Serikat yang menolak untuk menyerah pada permintaan Presiden Barack Obama dalam mengesahkan pagu utang anggaran sebelum 30 September, untuk meningkatkan otoritas pinjaman agar menghindari default bersejarah.

The Federal Reserve mengejutkan pasar awal bulan ini, setelah memutuskan untuk memberikan stimulus yang sangat besar. Meski demikian, beberapa pejabat the Fed mengatakan, bank sentral AS ini masih bisa memangkas stimulus tahun ini.

Data dari kelompok industri London Bullion Market Association menunjukkan, volume emas yang diperdagangkan oleh clearers bullion, turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Agustus, mencerminkan permintaan logam mulia yang minim.

Beberapa bank India, yang merupakan dealer utama bullion, kembali memulai impor setelah departemen bea cukai memberikan sinyal hijau untuk impor beberapa tempat. Produksi emas China dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 232,189 ton, naik 11,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Dalam perdagangan di Jakarta, Antam menetapkan harga jual emas produknya untuk masing-masing ukuran, pecahan 1 gram seharga Rp 535.000. Untuk pecahan berikut, 5 gram : Rp 2.530.000, pecahan 10 gram : Rp 5.010.000, pecahan 25 gram : Rp 12.450.000, pecahan 50 gram : Rp 24.850.000 , p ecahan 100 gram : Rp 49.650.000 dan pecahan 500 gram : Rp 247.800.000

Komentar