Harga Emas Hari Ini Mengalami Tekanan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Desember 2017 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas tertekan pada perdagangan Rabu ini karena kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat  meskipun dolar AS mengalami pelemahan.

Mengutip Reuters, Rabu pagi, harga emas di pasar spot turun, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga turun

Imbal hasil surat utang AS naik karena data perumahan AS menunjukkan peningkatan secara tak terduga pada November kemarin. Angka penjualan properti di AS meningkat di atas ekspektasi pelaku pasar.

“Hal tersebut mendorong imbal hasil surat utang yang lebih tinggi dan juga penguatan dolar AS meskipun tidak cukup besar,” jelas analis komoditas TD Securities, Toronto, Bart Melek.

Imbal hasil surat utang yang tinggi membuat emas tidak menarik bagi investor. Mereka juga cenderung tertekan karena penguatan dolar AS.

Namun memang, pelemahan harga emas tidak terlalu dalam karena investor tengah mengatur posisi jelang akhir libur panjang akhir tahun.

Sementara itu, menurut prediksi harga emas  dapat menguat pada tahun depan

Apalagi harga emas cenderung tertekan menjelang akhir tahun ini. Ini lantaran investor memilih aset investasi saham yang didorong katalis positif reformasi pajak oleh Presiden Amerika Serikat  Donald Trump.

Pelaku pasar senior dan pendiri Echobay Partners Vince Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US4 1.700 pada 2018.

Hal ini mengingat harga emas sudah level terendah pada 2017.

Bahkan harga emas turun sekitar tiga persen pada November lalu

Itu mengingat investor memilih saham seiring katalis positif adanya kemajuan rencana reformasi pajak Presiden Trump.

Harga emas pun sentuh level terendah US$ 1.237 per ounce. Mengingat harga emas sudah sentuh level rendah, Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US$ 1.700 pada 2018.

“Kondisi dalam tiga hari terakhir mengkonfirmasikan harga emas dapat lebih tinggi pada 2018. Harga emas sentuh level terendah pada 2017. Banyak sentimen membuat saya gugup Namun ada sesuatu sangat penting dalam tiga hari terakhir,” ujar Lanci, seperti dikutip dari laman The Street, Rabu, 20 Desember.

Jika prediksi Lanci tepat harga emas sentuh level US$ 1.700 pada 2018, harga emas lebih mahal US$ 450. Harga emas saat ini berada di kisaran US$ 1.250 per ounce.

Lanci menuturkan, harga emas sekaran berada di area “aman antara uS$ 1.250-US$ 1.275 per ounce.

“Harga emas dapat sentuh US$ 1.700 jika harga emas dapat sentuh di atas US$ 1.275,” kata dia.

Mengutip laman Kitco, langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve akan agresif terkait suku bunga juga diperkirakan tidak terlalu pengaruhi harga emas.

Chief Market Strategist IG, Chris Weston menuturkan, kenaikan suku bunga the Federal Reserve sebanyak tiga kali bahkan empat kali pada 2018 akan dorong kenaikan volatilitas. Ini dapat membuat investor lindungi aset investasi dengan beli emas.

“Kami melihat inflasi akan meningkat pada 2018. Ini negatif bagi emas. Namun di waktu yang sama pasar akan sadar melihat pengetatan dan kondisi keuangan dengan volatilitas tinggi terutama saat pelaku pasar fokus defisit Amerika Serikat meningkat di bawah reformasi pajak,” kata Weston.

“Ini dapat membuat harga emas lebih tinggi jika bank sentral AS buat kebijakan keliru. Jika bank sentral AS lebih agresif naikkan suku bunga yang tentunya tak bagus untuk emas, pelaku pasar akan lindungi aset dengan beli emas,” tambah dia,

Namun, jika bank sentral AS tidak membuat keputusan keliru, harga emas akan tertekan.

“Jika suku bunga bank sentral AS naik sebanyak tiga kali hingga empat kali pada 2017, harga emas akan tertekan,” kata Weston.

Komentar