Harga Emas Hari Ini Kembali Menggeliat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 April 2019 | 08:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini, Jumat WIB, 05 April, kembali menggeliat setelah selama  sepuluh minggu  mengalami penurunan akibat gonjang ganjingnya isu tentang data perdagangan Amerika Serikat dan fluktuatifnya dollar.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “bloomberg,” pagiJumat WIB, harga emas menguat, setelah menyentuh level terendahnya

Penguatan harga emas ini ditopang oleh  data pekerjaan AS, sementara investor menunggu kejelasan tentang pembicaraan perdagangan AS-China.

Harga emas di pasar spot naik nol koma dua persen  ounce. Harga emas berjangka AS cenderung stagnan

Logam mulia sebelumnya menyentuh level terendah sejak Januari  lalu terbebani oleh dolar yang lebih kuat.

Dolar naik nol koma dua persen terhadap sekeranjang mata uang karena klaim pengangguran AS mencapai level terendah empat puluh sembilan tahun pekan lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.

Namun, data beragam sepanjang minggu dari seluruh dunia tidak meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja. Analis sekarang menunggu data payroll non-pertanian AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS.

Investor juga mengamati perkembangan dalam konflik perdagangan AS-China, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tanggal untuk pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu. Holdings berada di level terendah sejak Desember  tahun lalu

Di antara logam mulia lainnya, harga platinum di pasar spot naik  Platinum melonjak di sesi sebelumnya, terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Sehari sebelumnya,  Kamis  harfga emas   berada pada posisi stabil bersamaan dengan melemahnya dollar Amerika Serikat dan tercapainya kemajuan negosiasi perdagangan dengan Cina.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Kamis pagi, hal itu mendukung saham dan pelaku pasar jauhi logam mulia, sementara pergerakan indeks dolar AS melemah.

Data laporan tenaga kerja yang menunjukkan gaji sektor swasta naik  seratus dua puluh sembilan ribu pada Maret, di bawah perkiraan rata-rata analis sekitar seratus enam puluh lima ribu pekerjaan.

Angka tersebut juga di bawah rilis Februari sebesar  seratus sembilan puluh tujuh ribu. Rilis data ekonom itu membayangi pergerakan harga emas.

Meski demikian, investor menanti data tenaga kerja pada Jumat yang dampaknya bebani dolar AS.

Indeks dolar AS turun nol koma tiga persen. Mata uang AS lebih lemah dapat memberikan peningkatan pada komoditas yang dihargai dalam mata uang dengan membuatnya lebih murah bagi pengguna mata uang lainnya.

Sementara itu, imbal hasil obligasi global kembali naik pada pekan ini. Penurunan imbal hasil obligasi pada 2019 ini karena bank sentral global menjadi lebih dovish sehingga membantu memberikan landasan untuk logam mulia.

“Saya terus berpikir downside bisa terbatas untuk emas terutama karena jatuhnya imbal hasil obligasi global baru-baru ini dan fakta the Federal Reserve menurunkan bias hawkishnya.”

“Meski pun pulih, imbal hasil tetap di posisi terendah baru-baru ini dan menghalangi pemulihan yang tajam. Ini akan membantu untuk meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak menarik,” ujar Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Ia menambahkan, kesempatan untuk memegang emas relatif turun pada beberapa bulan lalu. Aksi jual yang terjadi pada pekan lalu datang di belakang reli besar yang dimulai pada Agustus. “Koreksi selalu diperlukan untuk mendorong perburuan murah dalam emas,” tutur dia.

Komentar