Harga Emas Hari Ini Kembali Cemerlang

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Desember 2018 | 08:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah  ambruk sehari sebelumnya, hari ini, Jumat 07 Desember, harga emas di Comex mengalami kenaikan dan mendekati harga tertingginya selama lima bulan terakhir  seiring melemahnya nilai tukar Dolar Amerika Serikat  dan harapan laju kenaikan suku bunga AS akan melambat.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Jumat pagi WIB,, harga emas di pasar spot naik nol koma dua persen per ounce.

Harga sebelumnya sempat mencapai posisi tertinggi sejak pdrtrdngahan Juli.

Adapun harga emas berjangka AS juga  ditutup naik nol koma satu persen .

“Dolar yang lebih lemah menjaga harga emas positif saat ini. Jika Anda melihat pasar lain, ada semacam situasi buruk yang terjadi,” kata Phil Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior RJO Futures di Chicago.

Dolar melemah sekitar nol koma empat persen dipicu kejatuhan imbal hasil Treasury AS.

Sementara pasar saham merosot secara global untuk sesi ketiga berturut-turut pada Kamis dipicu penangkapan seorang eksekutif puncak perusahaan raksasa teknologi China Huawei di Kanada.

Pejabat tersebut akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS).

Penangkapan ini memicu kekhawatiran akan ketegangan perdagangan kembali terjadi usai sempat terjadi gencatan senjata.

Di sisi lain, pasar ikut mengawasi suku bunga berjangka. Para pedagang tidak melihat akan ada lebih dari satu tingkat kenaikan suku bung dari Fed pada 2019, dibandingkan dengan ekspektasi sebulan sebelumnya sebanyak dua kali, menurut program FedWatch CMEGroup.

Pembuat kebijakan Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuannya mendatang. Pasar fokus pada seberapa banyak kenaikan suku bunga akan mengikuti di tahun depan.

Perhatian para pedagang juga kini beralih akan keluarnya laporan non-farm payrolls hari ini, yang kemungkinan juga akan menjadi pertimbangan Bank Sentral AS.

“Jika emas bisa bertahan, ini jelas merupakan sinyal yang sangat baik, sementara akan membuka ruang untuk pemulihan lebih lanjut,” kata Kepala Analis ActivTrades, CarloAlberto De Casa.

Sementara itu, harga palladium jatuh setelah sempat mengungguli harga emas untuk pertama kalinya sejak 2002 pada hari Rabu.

Harga palladium turun tiga koma tiga persen  setelah naik ke level tertinggi

Dalam perdagangan kemarin, Kamis,  harga emas  tertekan  dan menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut,” tulis laman keuangan terkenal “blomberg,” Kamis pagi WIB.

Harga emas untuk pengiriman Februari melemahnol koma tiga persen per ounce. Sedangkan harga perak susut  nol koma empat persenper ounce, harga logam itu berakhir satu persen lebih tinggi pada perdagangan Selasa.

“Pelaku pasar melihat dua peristiwa penting dalam beberapa hari mendatang. Perkembangan yang sedang berlangsung di Brexit dan bagaimana faktor ini dapat memicu pergerakan lebih besar di pasar dan data payroll nonpertanian pada Jumat,” ujar Naeem Aslam, Kepala Riset ThinkMarkets UK, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis

“Jika voting Brexit tidak disetujui, akan menjadi risiko untuk pasar dan bisa melihat harga emas bergerak lebih tinggi. Demikian juga rilis NFP AS yang mendatar akan tambah bahan bakar untuk reli,” tambah dia.

Sementara itu, bursa saham AS tutup peringati hari berkabung nasional untuk mantan Presiden AS George H.W. Bush.

Namun, pasar komoditas CME beroperasi dengan jadwal perdagangan regular. Sedangkan pasar yang berbasis di AS berisiko.

Sejumlah pelaku pasar mengaitkan hal tersebut dengan harga emas yang tertekan. Investor menjual sejumlah kepemilikannya usai keuntungan pada Selasa.

“Dengan sentimen risiko stabil, pasar emas mengambil keuntungan. Secara keseluruhan waktunya untuk menekan tombol pause hingga pasar buka,” ujar dia.

Kekhawatiran penghentian gencatan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping usai setujui moratorium sembilan puluh hari antara Beijing dan Washington juga bayangi pasar.

Ditambah sinyal investor obligasi memiliki prospek jangka panjang untuk pasar.

Sementara itu, indeks dolar AS sedikit berubah ke posisi 96,99. Indeks dolar AS turun sekitar 0,3 persen pada pekan ini. Dolar AS menguat menumpulkan permintaan investasi untuk komoditas yang bernilai dolar AS seperti emas.

Data ekonomi lainnya yang akan pengaruhi pasar ke depan antara lain data tenaga kerja, laporan utama the Federal Reserve jelang pertemuan

Komentar