Harga Emas Global Hari Ini Kembali Bersinar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini, Kamis, 14 Maret, kembali menemukan momentum kenaikannnya bersamaan dengann   imbas sentiment berxit.

Seperti yang ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Kamis pagi WIB,  harga emas  menguat dan merupakan level tertinggi hingga kini.

Rencana Perdana Menteri Inggris There May hadapi pemungutan suara baru pada akhir sesi usai revisi kesepakatan yang ditolak pada Selasa.

Kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebelum batas waktu  akhir Maret  ini

Inggris akan  meninggalkan zona euro telah membantu mendorong minat aset safe haven seperti emas.

Harga emas untuk pengiriman April naik hampir satu persen atau persisnya nol koma sembilan persen per ounce. Harga emas alami kenaikan kedua berturut-turut dan terpanjang sejak pertengahan Februari. Hal ini berdasarkan data FactSet.

Sedangkan harga perak untuk pengiriman Mei naik 4,3 sen atau 0,3 persen meniadi USD 15.456 per ounce.

Pada Selasa malam, Perdana Menteri Inggris Theresa May kehilangan hak suara atas revisi Brexit seperti yang diharapkan dengan selisih seratus empat puluh sembilan suara, meski mengamankan konsesi menit terakhir dari Uni Eropa atas kesepakatan pada Senin. Kemudian Rabu, parlemen akan memilih untuk mengesampingkan atau keluar dari Uni Eropa.

“Ketidakpastian mengenai Brexit mungkin memicu beberapa pembelian safe haven, tetapi kami berpendapat kalau aksi dolar AS adalah kuncinya,” ujar Analis Zaner Precius Metals dalam catatan harian, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Parlemen Inggris memiliki suara lain untuk memutusman apakah meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Pemungutan suara ya mungkin memicu minat lebih pada logam, tetapi pelaku pasar juga menyadari efek mata uang. Jika pound terpukul keras, bisa mendukung dolar AS dan menekan emas dan perak,” tulis Zaner.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,2 persen seiring pound menguat jelang pemungutan suara Brexit. Dolar AS melemah biasanya mendukung harga emas.

Beberapa data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan tidak banyak mendukung dolar AS.

Harga logam lainnya yaitu harga tembaga untuk pengiriman Mei bertambah nol koma dua persen per pound. Harga palladium naik satu koma satu persen per ounce.

“Prospek kebijakan moneter China yang akomodatif mendorong prospek permintaan sehingga dukung palladium,” tulis Analis Zaner.

Setelah mengalami penurunan harga selama dua pekan terakhir, selama dua haru berturut-turut  , harga emas global l mengalami kenaiksan bersamaan dengan tekanan yang dialami dollar

Seperti ditulis laman keuangan “Bloomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas naik tipis  didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat) setelah adanya terobosan nyata dalam negosiasi Brexit antara Uni eropa dengan Inggris.

Namun, penguatan pasar saham membatasi gerak harga emas.

Hrrga emas di pasar spor naik nol koma tiga puluh enam persen per ounce. Sedangkan untuk harga emas AS naik nol loma enam persen  per ounce.

Analis Capital Economics Ross Strachan mengatakan, pelemahan dolar AS terjadi setelah adanya tanda-tanda kesepakatan pada pembicaraan Brexit. Hal tersebut memberikan dukungan jangka pendek kepada emas.

Nilai tukar dolar AS jatuh dari posisi tertinggi dalam tiga bulan. Hal tersebut membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun sayangnya, kenaikan harga emas tak terlalu tinggi. Perubahan pada menit-menit terakhir terhadap pengaturan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa memicu kenaikan saham global sehingga mendorong investor mengalihkan dananya ke saham dari emas.

Harga emas jatuh pada hari Senin (Selasa pagi WIB) tertekan penguatan pasar saham global dan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan menghilangkan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

“Penjualan ritel lebih baik, yang berarti ekonomi tidak tentu melambat secepat yang disarankan beberapa orang,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Penjualan ritel AS naik nol koma dua pada Januari, mengejutkan para ekonom yang mengharapkannya tetap tidak berubah. Data bisa mendorong sikap yang kurang dovish dari AS.

Ketua Bank Sentral AS atau the Fed Jerome Powell pada hari Minggu menekankan dia akan memantau dengan cermat bagaimana dampak perlambatan ekonomi global kondisi di Amerika Serikat untuk memutuskan masa depan lintasan suku bunganya. Suku bunga AS yang lebih tinggi mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak menghasilkan.

Saham global meninggalkan minggu terburuk di tahun ini menyusul janji China untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk menyembuhkan ekonomi mereka yang sakit.

Harga emas dunia dalam dua pecan ini tergelincir bersamaan dengan menguatnya  pasar saham globall dan penjualan ritel AS

Penguatan roitel ini diperkirakan menghilangkan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

Seperti juga  ditulis laman keuangan “bloomberg,”  harga emas di pasar spot turun  setengah  persen per ounce, sedangkan emas berjangka AS menetap pada nol koma enam persen lebih rendah

Harga spot terpukul  pada hari Jumat, tetapi dengan cepat turun kembali ke bawah ambang batas psikologisnya.

“Penjualan ritel lebih baik, yang berarti ekonomi tidak tentu melambat secepat yang disarankan beberapa orang,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Penjualan ritel AS naik nol koma dua persen  pada Januari, mengejutkan para ekonom yang mengharapkannya tetap tidak berubah. Data bisa mendorong sikap yang kurang dovish dari AS.

Komentar