Harga Emas Global Turun Sangat Tipis

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 April 2017 | 08:42 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global hari ini, Jumat, 21 April, mencacatat kenaikan tipis pada penutupan perdagangan di New York, di tengah kondisi ketidakpastian geopolitik yang terjadi.

Harga emas untuk kontrak Juni naik empat puluh sen per ounce.

Kenaikan  itu terjadi disesi keenam dalam tujuh sesi terakhir.

Dibanding dengan harga sebelumnya, harga ini naik tipis.

Harga emas terakhir dilaporkan turun dipicu laporan ekonomi AS.

Kemarin. harga emas sentuh level terendah secara mingguan seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat.

Ketegangan antara AS dan Korea Utara dan pemilihan Prancis dan Inggris menjadi sentimen di pasar.

Pemilihan Prancis dan Inggris berdampak ke ekonomi Eropa sehingga juga mendorong permintaan investor terhadap logam mulia dalam beberapa hari ini.

Harga emas mencetak kenaikan berturut-turut dalam lima sesi pada perdagangan Selasa kemarin.

Namun pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas turun

Perdagangan yang bergejolak membuat harga emas belum tembus level US$ 1.300 per ounce.

Setelah mengalami euphoria harga selama sepekan terakhir, hari ini, Kamis, 20 April, emas mengalami guncangan dengan melorot ke level terendah secara mingguan seiring dolar Amerika Serikat yang menguat.

Ketegangan antara AS dan Korea Utara dan pemilihan Prancis dan Inggris menjadi sentimen di pasar.

Pemilihan Prancis dan Inggris berdampak ke ekonomi Eropa sehingga juga mendorong permintaan investor terhadap logam mulia dalam beberapa hari ini.

Harga emas mencetak kenaikan berturut-turut dalam lima sesi pada perdagangan Selasa kemarin.

Namun pada perdagangan Kamis pagi WIB, harga emas turun

Perdagangan yang bergejolak membuat harga emas belum tembus level US$ 1.300 per ounce.

Pada awal perdagangan, harga emas cenderung tertekan terutama usai rilis bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve. Indeks dolar AS pun naik. Demikian mengutip laman Marketwatch

Sementara itu, pasar saham dan aset investasi berisiko cenderung variasi. Harga minyak pun melemah usai pasokan bensin secara mengejutkan naik.

“Pada akhirnya kami perkirakan dolar AS reli dapat berlanjut seiring pasar mulai fokus pada pertumbuhan AS lebih kuat didorong pengeluaran belanja sehingga mendorong inflasi lebih tinggi,” kata Analis Morgan Stanley.

Namun, pertimbangan global juga menjadi fokus utama. Lantaran ketidakpastian politik dapat mendorong permintaan untuk investasi yang kurang berisiko.

Julian Philips, Pendiri GoldForecaster.com menuturkan, pihaknya juga tidak yakin harga emas telah memperhitungan ketidakpastian pemilihan di Prancis dan Jerman.

Walau pun melemah dalam perdagangan hati ini, secara geopolitik harga emas masih mungkin naik kembali.

Harga emas memiliki ruang menguat tetapi ada tanda-tanda jenuh beli sehingga berpeluang investor belum masuk ke pasar pada pekan depan.

Harga emas telah bergerak signifikan dalam waktu perdagangan pendek ini. Namun, harga emas mampu menembus level resistance ke level terkuat.

Bahkan harga emas sempat naik ke level tertinggi dalam lima bulan.

Analis Commerzbank Eugen Weinberg menuturkan, emas sudah berada di level jenuh beli. Ada potensi harga emas berbalik arah atau alami tekanan.

Namun, ia tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang.

“Penguatan harga emas didorong hot money (spekulasi suku bunga). Ini baik untuk jangka pendek tapi kontradiktif untuk jangka panjang,” ujar dia seperti dikutip dari laman Kitco

Sementara itu, Analis iiTrader Bill Baruch menuturkan, harga emas tetap berada di atas rata-rata dua ratus harian.

Namun, ia memperingatkan ada tingkat resistance yang diperharikan dalam jangka pendek.

Komentar