Harga Emas Global Stabil, Lokal Naik Tipis

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Juni 2016 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mengalami pasang surut harga selama sepekan terakhir, hari ini, Rabu, 01 Juni 2016, harga emas global di pusat perdagangannya,  Comex Exchange , New York, berada dalam posisi stabil ketika dollar mengakhiri gejolaknya.

Stabilitas harga ini terjadi ketika emas ingin memosisikan dirinya untuk menemukan harga patokan baru.

Pengaruh dari kondisi aman emas global ini kembali mendongkrak harga emas dalam negeri yang dikendalikan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, yang kembali naik sebesar Rp 1.000 per gram pagi Rabu WIB ini.

Seperti dilaporkan “marketwatch,” Rabu, 01 Juni 2016, harga emas tak banyak bergerak pada penutupan perdagangan Selasa waktu New York.

Pelaku pasar menunggu beberapa data ekonomi yang akan keluar pada pekan ini.

Mengutip wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus ditutup naik  tipis  di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Di awal sesi perdagangan, harga emas sempat menyentuh level  terendah sejak 17 Februari.

Pada Selasa kemarin, angka Indeks Kepercayaan Konsumen AS untuk Mei tergelincir.

Hal tersebut menjadi pertanda bahwa konsumen di AS masih sangat berhati-hati dan sangat mengontrol pengeluaran mereka sehingga pertumbuhan ekonomi tertahan.

Dengan penurunan angka kepercayaan konsumen tersebut bisa menjadi salah satu argumen untuk menahan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan terakhir memang Bank Sentral AS memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga setelah melihat beberapa data ekonomi yang mendukung untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Data-data sebelumnya juga cukup mendukung rencana tersebut.

Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS menjadikan tekanan tersendiri bagi harga emas karena komoditas logam mulia tersebut harus bersaing dengan surat utang yang memberikan imbal hasil lebih tinggi jika suku bunga benar-benar naik.

Saat ini, investor sedang menunggu data manufaktur yang akan keluar pada Rabu waktu setempat dan juga angka tenaga kerja yang akan keluar pada Jumat.

Jika data-data tersebut menunjukkan kenaikan maka akan menjadi pendorong rencana kenaikan suku bunga acuan.

“Kemungkinan besar kenaikan suku bunga akan datang lebih cepat daripada yang dipikirkan banyak orang,” jelas George Gero, managing director RBC Wealth Management. Ia melanjutkan, beberapa sedang menahan posisi saat ini. Tidak membeli maupun tidak menjual juga.

Guberur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan sesuai dengan rencana awal jika memang segala data ekonomi yang ada mendukung.

Pernyataan dari Yellen ini seakan memberikan tekanan dari pernyataan dewan gubernur lainnya yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar bisa dua sampai tiga kali di tahun ini.

Menurut Analisis dari Capital Economics, harga emas bisa jatuh ke bawah US$ 1.000 per troy ounce jika Bank Sentral AS menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Pasar akan berubah arah dan dalam beberapa saat akan masuk ke masa pergantian.

Di sesi Asia harga emas naik pada hari Rabu  dan  masuk ke dalam fase rebound tiga setengah bulan terendah.

Emas masih tetap berada di jalur penurunan terbesar bulanan sejak November karena penguatan dolar.

Logam emas secara umum masih dalam mode defensif di tengah spekulasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada musim panas ini.

Hedge fund memutuskan untuk sementara keluar dari emas setelah sempat naik pada awal tahun ini.

Kenaikan harga emas sedikit tertekan pada bulan ini ketika ekspektasi bahwa Federal Reserve akan bersiap untuk menaikkan suku bunga AS karena ekonomi membaik.

Tetapi ada beberapa media yang melaporkan bahwa beberapa milyarder investasi telah masuk ke dalam emas.

Investor miliarder biasanya bertransaksi untuk jangka panjang dan berinvestasi pada apa yang mereka perkirakan karena tren geopolitik dan geo-ekonomi.

Investasi mereka pada emas telah membuat beberapa keuntungan besar.

Meskipun benar dalam jangka waktu pendek, pergerakan emas telah mengalami koreksi tetapi dalam jangka panjang itu hanya bagian pergerakan harga.

Sementara itu harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam  naik Rp 1.000 menjadi Rp 578 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi WIB.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta Timur. Sebelumnya atau pada 31 Mei 2016, harga emas yang dijual oleh Antam berada di angka Rp 577 ribu per gram.

Hal yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau harga buyback, yang naik Rp 2.000 menjadi Rp 521 ribu per gram. Itu berarti jika Anda ingin menjual emas, makaAntam akan menghargainya Rp 521 ribu.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.31 WIB, stok emas Antam masih tersedia kecuali emas Antam ukuran 10 gram yang sudah habis terjual.

 

Komentar