Harga Emas Global Kembali Terkulai Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 9 Februari 2018 | 08:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global di ujung pekan ini, Jumat, 09 februari, kembali terkulai bersamaan munculnya kekhawatiran pasar atas kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, dan tingkat suku bunga global.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi ini, Jumat,  harga emas di pasar spot tidak berubah  dan tetap berada di level terendahnya.

Menurut “bloomberg” harga emas yang bergerak mendatar ini  menyusul kenaikan inflasi yang mendekati level tertinggi selama empat tahun.

Selain itu, setelah Bank Sentral Inggris mengisyaratkan kenaikan agresif tingkat suku bunga sehingga mendorong bank sentral di seluruh dunia ikut menyesuaikan suku bunga.

“Kenaikan imbal hasil obligasi riil telah menekan (harga) emas,” kata Analis Carsten Menke, Julius Baer.

Penguatan dolar AS juga masih membebani harga emas. Padahal, harga emas pernah mencatatkan reli ke harga tertinggi dalam satu sampai dua tahun  di akhir Desember dan awal Januari ini.

Penguatan kurs dolar AS mendorong mata uang tersebut menjadi mahal bagi pengguna. Suku bunga yang lebih tinggi pun akan mengurangi daya tarik emas, sehingga harganya turun.

Tekanan terhadap harga emas semakin dalam setelah pernyataan The Fed bahwa kenaikan tingkat suku bunga AS tidak bisa dihindari seiring penguatan ekonomi AS.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman April naik  nail nol koma tiga persen  per ounce.

Harga emas alami koreksi hingga sentuh level terendah dalam satu bulan. Tekanan harga emas itu didorong indeks dolar Amerika Serikat dan imbal hasil surat berharga AS naik.

“Sulit untuk mengatakan harga emas bergerak baik mengingat pasar saham tetap tidak jelas meski pemulihan terjadi pada perdagangan Selasa,” ujar Konsultan INTL FC Stone, Edward Meir, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Emas tidak terlalu berkinerja baik saat saham tertekan.Sementara tampaknya mudah merosot usai reli tajam di saham. Ini mungkin menunjukkan kalau emas lebih rentan terhadap sisi negatifnya, terutama jika pasar saham stabil,” tambah dia.

Sehari sebelumnya, Kamis,  08 Februari, harga emas global di Comex Merchantil Exchange, New York, juga i meliuk dan terpruk ke level terendah selama satu bulan terakhir.

“Harga emas mengalami koreksi hingga sentuh level terendah dalam satu bulan,” tulis laman “bloomberg,” pagi ini, Kamis.

Tekanan harga emas itu didorong indeks dolar Amerika Serikat  dan imbal hasil surat berharga AS naik.

Harga emas untuk pengiriman April melemah satu koma satu per ounce. Level harga emas itu sentuh level terendah sejak satu bulan lalui.

Harga emas gagal untuk berbalik arah lantaran volatilitas di aset berisiko.

Sementara itu, indeks dolar AS naik nol koma delapan persen

Imbal hasil surat berharga atau obligasi bertenor sepulouh  tahun naik menjadi dua koma delapan puluh tiga persen.

Investor telah menunjukkan kekhawatiran terhadap ketidakstabilan pasar saham dan kenaikan inflasi.

Kenaikan imbal hasil obligasi sepuluh tahun terjadi usai laporan pekerjaan pada Januari yang menunjukkan lonjakan pertumbuhan upah.

Hal itu memicu kekhawatiran inflasi sehingga mendorong spekulasi kekhawatiran the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Analis menekankan risiko inflasi mendorong imbal hasil obligasi. Ini bisa mempengaruhi harga emas. Pelaku pasar menekankan kalau harga emas dan komoditas lainnya dapat bertahan baik dibandingkan emas.

“Pasar saham menerjang kekhawatiran inflasi dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Namun komoditas dan terutama emas bertahan,” ujar Will Rhind, Chief Executive GranteShares.

Sebelumnya, harga emas turun satu persen ke level terendah dalam hampir tiga minggu pada perdagangan  Rabu kemarin  karena investor fokus pada ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve

“Harga emas tertekan karena adanya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi pada tahun ini,” jelas analis Dillon Gage Metals, Walter Pehowich.

Kenaikan suku bunga acuan AS akan mendorong kenaikan inbal hasil obligasi dan menakan harga emas. Alasannya, emas hanya memberikan keuntungan di kenaikan harga saja.

Sedangkan obligasi selain memberikan keuntungan di kenaikan harga juga memberikan keuntungan bunga.

Dengan kenaikan suku bunga acuan AS maka emas harus berjuang melawa obligasi dan seperti biasanya investor akan memilih obligasi.

Dolar membalikkan kerugiannya setelah Trump mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss bahwa ia ingin melihat dolar menguat.

Komentar