Harga Emas Global Kembali Tergelincir

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 Oktober 2016 | 08:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global di Mercantil Exchange Comex, New York, hari ini, Selasa pagi WIB, kembali  tergelincir seiring penguatan dolar yang mendekati posisi tertinggi dalam sembilan bulan serta spekulasi yang berkembang bahwa AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember.

Seperti ditulus laman situs “bloomberg,” Selasa, 25 Oktober 2016,, harga emas di pasar spot turun tipis untuk stiap ounce-nya.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga ditutup turun

Data ekonomi yang positif dan komentar pejabat bank sentral baru-baru ini, mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga.

Pedagang melihat peluang hampir tujuh puluh persen, Fed akan memperketat kredit pada Desember, menurut data CME Program FedWatch Group.

Harga emas dipengaruhi mata uang AS yang menguat  terhadap keranjang mata uang lainnya. Pendorong lainnya, juga kemungkinan tertutupnya peluang Donald Trump menjadi presiden AS.

Namun, kenaikan permintaan fisik dari Asia yang merupakan konsumen utama emas dunia dan ketidakpastian akan kondisi Pemilu AS pada 8 November bisa memberikan dukungan harga emas dalam beberapa pekan mendatang, menurut para analis.

“Kami membeli emas dan merekomendasikan kepada nasabah untuk membeli emas karena ketidakpastian tidak akan mengurangi tetap justru akan menambah (harga emas),” kata Jeffrey Sica, Presiden dan Kepala Investasi Sica Wealth Management.

Emas, dianggap sebagai safe haven, yang permintaannya biasanya naik seiring volatilitas dan ketakutan di pasar global.

Permintaan musiman dari musim festival di India, ketika emas diberikan sebagai hadiah, juga diharapkan bisa mendorong harga naik.

Secara umum, harga emas pada hari ini  masih tetap stabil, setelah berhasil mengunci keuntungan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir ketika pasar sedang menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.

Pembelian emas India kemungkinan akan mencapai level tertinggi sembilan bulan pada bulan Oktober, ketika permintaan domestik meminta bank untuk melanjutkan impor menjelang musim festival.

Permintaan emas India meningkat menjelang musim pernikahan dan musim festival seperti Diwali dan Dussehra karena membeli emas dianggap sangat menguntungkan.

Harga emas India berada di harga premi untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan dan membuat dealer meningkatkan pembelian untuk musim festival yang akan datang.

Dealer di India memungut harga premi  di atas harga domestik resmi pada minggu ini.

Sementara itu, pembelian emas yang meningkat dapat memperlebar defisit perdagangan. India adalah konsumen emas kedua dunia setelah China.

Presiden Federal Reserve San Francisco, John Williams pada hari Jumat mengatakan dan menguatkan seruannya untuk menaikkan suku bunga segera mungkin.

Williams mengatakan kepada wartawan bahwa “tahun ini akan menjadi baik” untuk menaikan suku bunga AS.

Petinggi Bank Sentral Eropa cenderung akan memutuskan kebijakan pada pertemuan bulan Desember terkait kelanjutan pelonggaran kuantitatif Eropa, menurut Ewald Nowotny seorang anggota dewan ECB pada hari Jumat.

Proyeksi jangka panjang inflasi zona Eropa masih tetap baik dan berada di dekat target Bank Sentral Eropa, namun pertumbuhan GDP akan lebih melemah dari perkiraan sebelumnya, menurut perkiraan ECB.

Komentar