Harga Emas Global Kembali Runtuh

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Januari 2016 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 20 Januari 2016, harga emas global kembali ambruk di penutupan perdagangan Selasa waktu New York atau, Rabu pagi WIB, karena investor melepas aset safe haven.

Pelemahan harga emas tersebut mengikuti penurunan harga minyak yang sempat menyentuh level terendah dalam dua belas tahun terakhir.

Seperti ditulis laman situs “wall street journal,: Rabu pagi WIB,, kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Februari turun di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Investor sebenarnya telah menimbun emas sejak awal 2016 ini karena kecurigaan akan adanya penurunan yang curam di bursa Amerika Serikat .

Penurunan harga saham tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengoleksi aset safe haven.

Emas memang digunakan oleh investor sebagai aset pelindung di saat terjadi ketidakpastian di pasar saham dan pasar keuangan karena nilainya lebih baik jika dibandingkan dengan saham maupun obligasi.

Namun pada perdagangan Selasa ini, harga emas tertekan karena bursa saham AS mengalami lonjakan hingga 1 persen di awal perdagangan.

Namun memang kemudian di sesi kedua perdagangan bursa AS kembali turun.

“Ada sedikit optimisme di pasar saham yang kemudian membuat harga emas tertekan,” tutur George Gero, Wakil Presiden Direktur RBC Capital Markets Global Futures.

Penurunan harga minyak juga menjadi penekan harga emas. “Dengan harga minyak turun maka inflasi tidak akan tinggi,” tambah Gero.

Biasanya, emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Dengan perkiraan tidak tingginya angka inflasi maka emas dianggap tidak menarik oleh pelaku pasar.

The International Energy Agency menyarankan agar negara-negara di dunia tetap mempertahankan kebijakan energi mereka dengan meningkatkan industri untuk menyerap minyak.

Hal tersebut untuk menanggulangi kelebihan pasokan minyak yang terjadi saat ini.

Kejatuhan harga emas ini juga dipengaruhi naiknya GDP Cina sehingga meredam antusiasme permintaan untuk logam emas dalam perekonomian terbesar kedua di dunia.

Bank Rakyat China telah menambah persyaratan lanjutan pada perdagangan mata uang yuan di bank asing dengan memaksa untuk menempatkan sebagian dari deposito mereka di cadangan di bank sentral Cina.

Harga emas turun karena permintaan untuk aset haven melemah setelah bantuan rally pada pergerakan saham global, minyak dan logam industri setelah China merilis angka pertumbuhan ekonomi.

Harga emas goyah dan kembali bergerak ke wilayah negatif karena data ekonomi yang lemah dari China telah menaikkan harapan bahwa langkah-langkah stimulus baru akan segera dilakukan.

Momentum emas juga telah dibatasi oleh permintaan emas fisik yang melemah dari China dan India.

China adalah produsen emas terbesar di dunia dan konsumen emas terbesar kedua, di belakang India.

Melemahnya pertumbuhan GDP Cina telah membuat Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk 2016

Sehari sebelumnya, emas bergerak mendatar dengan mendukung tawaran investasi safe haven setelah saham Asia jatuh ke level terendah sejak 2011 karena investor menghindari aset berisiko ketika data ekonomi AS dirilis melemah.

Penjualan ritel AS jatuh pada bulan Desember bersama dengan data produksi industri. Kedua data ekonomi tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa pertumbuhan ekonomi AS sedang tertahan pada kuartal keempat.

Pelemahan baru pada ekonomi dunia telah menimbulkan keraguan apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Maret di tahun ini.

Kenaikan suku bunga merupakan pertanda buruk untuk investasi tidak mendapatkan bunga seperti emas.

Semalam, harga emas bergerak di antara keuntungan kecil pada hari Senin karena volume perdagangan tetap tipis ketika pasar saham dan obligasi AS ditutup untuk liburan Martin Luther King Jr.

Jika the Fed mengisyaratkan suku bunga negatif maka pasar global secara umum akan runtuh dan kita akan melihat gelombang pasang investor untuk membeli emas dan menyimpannya sebagai alternatif investasi.

Di pasar dalam negeri harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Rabu, 20 Januari 2016, tak bergerak atau tetap di Rp 545 per gram jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Demikian juga harga pembelian kembali (buyback) emas Antam yang masih di level Rp 486 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 486 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.11 WIB, semua ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar