Harga Emas Global Hari Ini Makin Perkasa

Penulis: Darmansyah

Rabu, 26 September 2018 | 08:35 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Rabu, 26 September, harga emas di Comex makin perkasa bersamaan dengan terpakunya para spekulan pada kebijakan lanjutan The Fed mengenai suku bunga.

Harga emas naik padaa perdagangan Rabu pagi WIB karena dolar AS mengalami tekanan jelang pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve

Namun, kenaikan harga emas dibayangi data ekonomi As yang membaik.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Rabu pagi WIB,  harga emas di pasar spot naik nol koma dua persen ke level tertingginya.

Untuk  harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik.

The Fed dijadwalkan untuk menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu waktu setempat.

Dolar AS mengalami tekanan terhadap sekeranjang mata uang dengan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed.

“Skenario terbaik adalah the Fed tertekan lebih dovish tetapi tidak banyak ruang untuk itu saat ini,” jelas analis komoditas Macquarie, Matthew Turner.

“Secara umum sebenarnya harga emas akan tertekan nantinya,” tambah dia.

Dolar AS yang menguat membuat harga emas lebih mahal untuk mereka yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga membuat investor lebih menyukai instrumen investasi yang memberikan lmbal hasil lebih tinggi dibanding emas.

Harga emas pada Jumat kemarin sempat terdampak masalah Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Para investor pun menanti pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve  pada minggu ini, dan tersebut diperkirakan menaikkan suku bunga acuan.

Mengutip Kitco,, pihak Wall Street meyakini harga emas akan naik minggu depan. Keyakinan harga naik disebabkan Fed yang diperkirakan menaikkan suku bunga dua puluh lima basis poin.

“Setelah rally yang kuat pada dolar AS, pasar membutuhkan hal lain daripada jalan stabil the Fed saat ini perihal suku bunga. Dari sudut pandang risiko/keuntungan, pasar emas tampak baik pada level ini,” ujar Jasper Lawler, kepala peneliti London Capital Group.

Sementara Andrew Hecth, pendiri Hecth Commodity Report, berkata bila pernyataan the Fed minggu ini cenderung hawkish, maka harga emas bisa menurun menjadi USD 1.180 per ounce.

Sebaliknya, pernyataan dovish akan menaikkan harga emas menjadi USD 1.220 per ounce.

Harga emas pada Jumat kemarin jatuh lebih dari satu persen karena dolar AS menguat terhadap mata uang Inggris dan Uni Eropa. Penyebabnya adalah keputusan soal Brexit yang menemui jalan buntu.

“Penjualan besar pound dan euro membuat dolar naik tajam. Dan emas, karena didominasi dolar, menjadi turun karena itu,” ucap analis FOREX.com Fawad Razaqzada seperti dilansir Reuters.

Sehari sebelumnya harga emas juga mengalami penguatan.

Seperti  ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” Se;lasa pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Desember naik nol koma tiga  persen per ounce.

Harga emas sempat sentuh level terendah dalam seminggu pada pekan lalu.

Harga emas melemah di tengah indeks dolar AS sedikit tertekan pada awal pekan ini.

Dolar dan emas yang dalam mata uang AS cenderung bergerak terbalik. Demikian mengutip laman Marketwatch

Harga emas berdasarkan kontrak teraktif sudah turun delapan persen sepanjang tahun ini

Hal ini seiring indeks dolar AS naikdua koma dua persen sepanjang tahun ini

Pergerakan dolar AS itu didorong sebagian besar the Federal Reserve yang memperketat kebijakan moneter AS yang lebih agresif.

Para pejabat the Fed akan bertemu untuk pertemuan dua hari yang berakhir pada Rabu.

Pasar memperkirakan the Federal Reserve mencapai Sembilan puluh persen untuk menaikkan suku bunga dua puluh lima basis poin

The Federal Reserve telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun berjalan

Kemungkinan the Federal Reserve akan kembali naikkan suku bunga pada Desember meski pelaku pasar menunjukkan sejumlah ketidakpastian terutama dari perang dagang dan ekonomi global.

Ketidakpastian itu menambahkan tekanan pada pernyataan the Federal Reserve.

Suku bunga lebih tinggi cenderung menaikkan dolar AS dan memangkas permintaan aset nonyield. Hal itu mendukung aset yang memberikan hasil relatif menarik.

Harga emas bergerak di kisaran sempit dan mengamankan posisi di USD 1.200 pada awal September.

Pada awal pekan ini, analis Zaner Precious Metals menyatakan, pasar logam mulia dan komoditas lainnya belum berimbas dari potensi inflasi yang didorong penerapan tarif barang impor.

Komentar