Harga Emas di Comex Hari Ini Meredup

Penulis: Darmansyah

Jumat, 24 Agustus 2018 | 08:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Sehari setelah menjanjikan kondisi cerah bersamaan dengan menguatnya dollar terhadap sejumlah mata uang asing, hari ini, Jumat, 24 Agustus, harga emas kembali meredup karena kuatnya tekanan dollar.

Penguatan dollar yang berimbas terhadap harga emas ini terjadi setelah  adanya pernyataan pejabat Federal Reserve AS yang menegaskan kembali niat bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Harga emas juga dibayangi adanya perang tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan China ditendang masuk.

Seperti ditulis laman keuangan dan ekonomi terkenal “bloomberg,” Jumat pagi WIB,  harga emas di pasar spot turun  hamper satu persen atau persisnya nol koma tujuh  persen  per ounce.

Harga mencapai posisi tertinggi sejak pertengahan  Agustus

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turunnol koma delapan persen per ounce, dipicu penguatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

“Dengan dolar menguat lagi, harga emas meluncur hari ini,” kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Dunia TIAA Bank.

Risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed menyarankan kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah terjadi dua kenaikan pada tahun ini. Ini dipastikan mengurangi permintaan untuk emas.

Sementara itu, tarif perdagangan yang dikenakan AS dan China terhadap satu sama lainnya, menguntungkan Dolar AS.

Di tengah guncangan sistem keuangan global akibat perang perdagangan, investor memilih treasury dan mata uang sebagai investasi.

Ini membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Semuanya mengarah pada inflasi yang kembali di pasar. Kapan atau jika perusahaan mulai menaikkan harga masih belum diketahui,” tambah dia.

Pasar tengah menunggu komentar Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming terkait setiap perubahan suku bunga, terutama setelah adanya serangan Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan moneter minggu ini.

Presiden Federal Reserve Bank Kansas City Esther George mengatakan pada hari Kamis bahwa Fed akan bergerak maju dengan kembali menaikkan suku bunga.

Adapun harga komoditas perak turun lebih dari satu  atau pasnya satu koma  persen  menyentuh posisi terendah satu minggu

Sementara harga Platinum turun dengan posisi yang sama  yang merupakan posisi terendah enam hari .

Sehari sebelumnya, Kamis, harga emas dunia berada di posisi stabil bersamaan dengan  menguatnya nilai tukar dollar.

“Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat  melemah beberapa menit usai Bank Sentral AS atau the Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunga,” tulis laman keuangan dan ekonomi “Bloomberg,” PAGI INI, Kamis wib.

Namun, risiko geopolitik masih akan membayangi harga emas.

Harga emas di pasar spot bergerak mendatar . Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh harga tertingginya.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik

Sementara itu the dollar index,  yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang umata dunia melemah dan jatuh  ke angak terendah sejak  awal Agustus.

“Saya pikir ini adalah koreksi yang akan menentukan jalur selanjutnya. pada perdagangan Rabu ini memang cukup stabil,” jelas analis U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth.

Dalam risalahnya, The Fed juga memberikan sinyal kenaikan suku bunga segera.

The Fed telah menaikkan suku bunga secara bertahap sejak tiga tahun lalu5 dan pembuat kebijakan sekarang khawatir bahwa ekonomi begitu kuat sehingga inflasi bisa naik secara terus-menerus di atas target  dua persen.

“Emas sedikit memantul di menit-menit awal,” kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

Dengan posisi ini harga emas menguat ke level tertinggi dalam satu minggu seiring dolar Amerika Serikat ) melemah pada perdagangan Selasa.

Hal itu terjadi usai Presiden AS Donald Trump kritik the Federal Reserve atau bank sentral AS yang menaikkan suku bunga acuan.

Komentar