Harga Emas Global dan Lokal Melambung

Penulis: Darmansyah

Kamis, 4 Februari 2016 | 10:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Kamis, 04 Februari 2016, emas mencatat harga tertinggi selama tiga bulan terakhir setelah didorong melemahnya dolar AS dan harapan bahwa Federal Reserve akan menahan diri untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan harga emas ini berlaku secara serempak, baik domestik maupun global.

Untuk harga domestik, emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, secara mengejutkan naik tinggi.

Harga jual emas Antam, hari ini, Kamis pagi WIB, naik sebesar Rp 4.000 per gram. Sedangkan untuk harga jual kembali meningkat Rp 6.000 per gram.

Di pasar global, emas untuk pengiriman Maret, kontrak paling aktif diperdagangkan, baru-baru ini naik hampir satu persen per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Ini merupakan harga tertinggi sejak 2 November, melansir laman Wall Street Journal.

Pada tahun lalu investor menahan diri untuk membeli emas akibat kenaikan suku bunga di AS, kini mereka percaya The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter lebih lambat, upaya mencoba untuk menghindari pasar global yang goyah.

“Reli emas ini telah terjadi jauh lebih cepat daripada pikiran banyak orang,” kata George Gero, Wakil Presiden Senior RBC Capital Markets Futures Global.

Tarif yang lebih rendah dalam jangka lebih lama adalah kabar baik untuk emas. Sebab logam mulia harus bersaing dengan investasi yang memberikan imbal hasil ketika biaya pinjaman meningkat.

The Institute for Supply Management melaporkan, kegiatan non manufaktur AS turun dibandingkan Desember.

Pelemahan pertumbuhan di sektor jasa, yang mendorong sembilan puluh persen kenaikan pada ekonomi AS, menggulingkan bagi Fed untuk menetapkan suku bunga tidak berubah dalam waktu dekat.

Kondisi pasar global juga mempengaruhi harga emas, karena beberapa investor cenderung untuk membeli logam mulia di masa ketidakpastian global.

Mereka percaya emas memiliki nilai lebih baik dari aset lain di masa yang penuh gejolak.

“Kekuatas emas didasarkan dari kebijakan moneter bank sentral untuk mencetak uang,” ujar Pendiri Altavest Michael Armbruster seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ia menambahkan, kebijakan bank sentral Jepang menetapkan suku bunga negatif dan harapan depresiasi mata uang China yuan telah membuat persaingan untuk mendevaluasikan mata uang di dunia.

“Dengan sentimen mata uang melemah membuat emas jadi tempat investasi aman. Ini sentimen positif untuk emas. Dalam jangka panjang ada kekuatan untuk harga emas kembali perkasa,” kata Armbuster.

Sementara itu, Jim Wyckoff, Analis Kitco menilai, harga emas menguat secara teknikal didukung aksi beli. Penguatan harga emas juga ditopang dari bursa saham AS melemah melemah.

“Secara teknis, harga emas berjangka untuk April dalam tren menguat. Angka kenaikan harga emas selanjutnya di US$ 1.150,” kata dia.

Emas terus bergerak ke atas dan saat ini berada di kisaran USD 1140 per troy ounce ketika harga saham serta minyak dunia tampaknya bergerak agak stabil.

Indeks dolar merosot ke posisi terendah lima minggu ketika laporan ADP Employment AS tidak cukup baik untuk mendukung dollar dan membuat trader menjual dollar sehingga Emas bergerak ke atas. Dollar sedang dibuang oleh pelaku pasar.

Selama enam minggu terakhir pergerakan harga di pasar global terus bergerak volatile ketika pertumbuhan ekonomi, tekanan disinflasi dan harga saham menjadi perhatian investor. Harga minyak dan komoditas secara umum berada di bawah tekanan berat.

Ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed juga telah menjadi pendorong kekuatan emas.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan bahwa kondisi keuangan jauh lebih ketat pada saat ini dibandingkan pada saat pertemuan Desember FOMC, ketika the Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Kebijakan tersebut telah mengakibatkan rebound pada dolar.

Dan coba tebak?

Dolar yang menguat mengakibatkan melemahnya pasar ekspor, pertumbuhan lebih lambat dan meningkatnya defisit perdagangan.

Dudley juga mencatat bahwa penguatan dolar tambahan dapat memiliki “konsekuensi yang signifikan” bagi perekonomian AS.

Jadi, apa yang Fed lakukan selanjutnya?

Sekarang pasar sedang menunggu kenaikan suku bunga the Fed berikutnya, tetapi pada beberapa titik ada kemungkinan The Fed akan ditekan untuk membatalkan kebijakan yang telah mereka lakukan.

Jika Fed memotong suku bunga kembali ke level nol pada tahun ini maka kredibilitas bank sentral akan dipertanyakan.

Sementara itu, harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk lebih mahal Rp 4.000 menjadi Rp 560 ribu per gram.
Namun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 498 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 498 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram, dan menjelang siang WIB, semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Komentar