Harga Emas Global dan Domestik Melejit

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 September 2015 | 10:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia, hari ini, Rabu, 02 September 2015, di pasar komoditi logam mulia, Comex Exhange New York, melejit ketingkat yang tinggi dan berakhir lebih mahal dari pada pada perdagangan hari sebelumnya karena didorong dollar AS yang melemah.

Kenaikan harga emas global ini juga memicu harga emas domestik yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, yang juga naik sebesar Rp 2.000 per gram untuk bertengger di angka Rp 560.000 per gram.

Selain naiknya harga jual, harga “buyback, atau pembelian kembali emas Antam, juga naik sebesar Rp 3.000 per gram.

Di pasar global, terutama New York Merchantil Exchange, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik dan menjadi menetap di 1.139,80 dollar AS per ounce.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan indeks pembelian menajer datang lebih rendah dari perkiraan 51,1.

Analis mengatakan ini adalah tingkat pertumbuhan paling lambat untuk sektor manufaktur sejak Mei dua tahun lalu.

Menurut analis, kenaikan harga emas hanya bersifat sementara dan selama bahwa kenaikan suku bunga AS menjadi lebih mungkin, emas akan tetap di bawah tekanan.

Penguatan emas ini juga didukung oleh volatilitas baru pada saham global dan tekanan harga minyak yang dipicu oleh data ekonomi China yang dirilis mengecewakan. Manufaktur PMI China turun dan mengindikasikan sektor manufaktur berkontraksi ketika indeks berada di level terendah dalam tiga tahun.

Penurunan lanjutan di sektor manufaktur sangat penting dan memiliki implikasi negatif bagi perekonomian Cina yang lebih luas.

Saham China turun tajam ketika pemerintah Cina mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka tidak akan lagi melakukan pembelian saham besar-besaran untuk mendukung pasar.

Meskipun demikian, muncul berbagai rumor bahwa Beijing akan kembali masuk ke pasar pada hari ini.

Melemahnya manufaktur di negara ekonomi terbesar kedua di dunia telah membebani harga komoditas industri. Harga minyak turun tajam mengambil sebagian besar keuntungan pada sesi sebelumnya.

Brazil yang merupakan delapan negara ekonomi terbesar di dunia mengumumkan bahwa mereka masuk ke dalam resesi. IMF memperingatkan bahwa pertumbuhan global yang lebih lemah akan semakin terlihat.

“Secara keseluruhan, IMF berharap bahwa pertumbuhan global tetap moderat walaupun cenderung lebih lemah dari perkiraan,” kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde.

Keraguan terhadap kemungkinan the Fed akan menaikkan suku pada pertemuan kebijakan 16-17 September telah kembali muncul kembali setelah sempat bertahan karena gejolak pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara ini, fokus terbesar pada minggu ini adalah laporan non-farm payrolls AS bulan Agustus pada hari Jumat ketika investor telah mencatat bahwa aktivitas pabrik AS tertahan ke level terendah lebih dari dua tahun pada bulan Agustus.

Di dalam negeri, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 2.000 menjadi Rp 560 ribu per gram pada Rabu pagi WIB.

Begitu pula harga pembelian kembali logam mulia Antam naik Rp 3.000. Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 500.000 ribu per gram.

Saat ini Antam menjual ukuran emas dari 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, semua emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar