Harga Emas Dunia Rubuh Kembali

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 April 2016 | 11:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia hari ini, Kamis, 21 April 2016, terhempas oleh menguatnya dollar dan kemungkinan kenaikan harga minyak di ujung pekan ini

Dampak langsung dari hempasan kejatuhan harga emas di Comex, New York Exhange ini, langsung dirasakan oleh penjualan emas batangan milik PT Aneka Tambang atau Antam.

Hari ini harga jual emas Antam langsung melorot sebesar Rp 5.000 per gram dan bertengger diangka Rp 567 ribu per gram sedangkan sebelumnya di angka Rp 572 ribu per gram.

Untuk harga pembelian kembali alias buyback emas Antam turun Rp 4.000 menjadi Rp 520 ribu per gram dari harga buyback sehari sebelumnya yang ada di angka Rp 524 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 520 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.16 WIB, emas ukuran 500 gram, 50 gram, dan 10 gram sudah habis terjual.

Di pasar Asia harga emas turun  pada hari Kamis ini  dan masih mendapatkan tawaran karena didukung oleh spekulasi bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan kembali dilanjutkan oleh bank sentral dunia.

Berita lain juga menyatakan ECB akan mengumumkan kebijakan moneter dan sementara ini secara luas diperkirakan akan tetap stabil melakukan kebijakan sebelumnya dengan bias pelonggaran.

Penekanan akan implementasi pelonggaran kebijakan moneter secara besar-besaran telah diumumkan dan dilakukan.

Risiko perlambatan pertumbuhan dan Brexit masih akan menjadi penentu harga emas di pasar. The Fed akan melakukan pertemuan pada minggu depan dengan perkiraan akan terus stabil melakukan kebijakan moneter sebelumnya.

Perkiraan GDP AS untuk Q1 telah runtuh dalam beberapa minggu terakhir sehingga kredibilitas dari argumen yang mendukung kenaikan suku bunga di akhir tahun ini semakin terdesak.

Sementara itu, negara negara yang tergabung dengan BRICS adalah negara yang memiliki ekonomi besar dengan cadangan dan volume emas yang besar.

Di Cina, perdagangan emas telah dilakukan melalui bursa di Shanghai, sedangkan di Moskow Rusia, otoritas moneter akan membuat link antara dua kota tersebut untuk meningkatkan perdagangan emas di pasar,” menurut Deputi Gubernur Bank Sentral Rusia Sergey Shvetsov.

China adalah produsen emas terbesar di dunia dimana tahun lalu telah menghasilkan empat ratus sembilan puluh ton.

Rusia berada dalam urutan ketiga setelah Australia, dan bank sentral Rusia dan Cina adalah pembeli emas terbesar di dunia.

Di antara negara-negara dengan cadangan emas terbesar, Cina berada dalam urutan kelima dan Rusia dalam urutan keenam setelah Amerika Serikat, Jerman, Italia dan Perancis.

Komentar