Harga Emas Dunia Oleng Kembali

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 Januari 2017 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia oleh kembali bersamaan dengan perkasanya dollar dan berdampak langsung pada penjualan emas lokal oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Hari ini, Kamis, 26 Januari 2017, emas yang dijual Antam menusut lagi sebesar Rp 3.000 per gram, yang berarti sama dengan penyusutan sehari sebelumnya Rabu.

Selain harga jual, harga pembelian kembali atau buyback juga turun Rp 3.000 menjadi Rp 514 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda punya, Antam akan membayar Rp 514 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menyediakan emas ukuran 1 gram sampai dengan 500 gram.

Hingga melewati pagi  WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tersedia. Hanya ukuran 3 gram dan 250 gram yang tak tersedia.

Penurunan harga emas dunia ini merupakan yang terendah  dalam dua minggu terakhir bersamaan dengan  investor memperhatikan kenaikan bursa saham Amerika Serikat  atau wall street.

Apalagi indeks saham Dow Jones sentuh level dua puluh ribu untuk pertama kali sehingga menekan harga emas.

Selain itu, harga emas merosot di tengah dolar AS tertekan.

“Investor antusias dengan level dua puluh ribu untuk indeks saham Dow Jones, dan ini mempengaruhi harga logam,” ujar Kepala Riset ThinkMarkets, Naeem Aslam, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$ 13 atau satu koma satu.

Nasem Aslam menuturkan, apa yang dibutuhkan pasar saat ini kejelasan dari presiden AS Donald Trump yang menuturkan dolar AS terlalu kuat.

Harga emas telah menguat dalam empat minggu ini seiring pernyataan dari Trump, serta pemilihan kabinet sehingga mendukung dolar AS.

Selain itu, harga emas juga mendapatkan untung dari volatilitas mata uang usai Trump menyetujui untuk menarik AS dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership, dan kembali negosiasikan the North American Free Trade Agreement.

“Dolar AS melemah, namun kami belum melihat pengaruhnya ke harga emas. Kami melihat dolar AS akan tertekan, dan mendorong harga emas lebih tinggi,” ujar Aslam.

Sementara itu, Analis Forex.com, Fawad Razaqzada menuturkan, kalau indeks dolar AS menguji level seratus secara teknikal. Indeks dolar AS turun nol koma dua persen .

Sedangkan, Kepala Riset Insignia Consultants Chintan Karnani menuturkan, kalau perayaan tahun baru China pada pekan ini juga kontribusi terhadap permintaan emas.

Permintaan emas dari China diperkirakan naik pada pekan depan.

 

Komentar