Harga Emas Dunia Menyeruak Naik Tinggi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 April 2018 | 08:29 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas dunia hari ini, Selasa, 03 April, kembali menyeruak lewat kenaikan sebesar satu persen karena di picu oleh ketegangan perdagangan Amerika serikat – China.

“Harga emas naik lebih dari satu persen pada perdagangan Senin. Pelemahan dolar Amerika Serikat  menjadi penyebab kenaikan harga emas,” tulis laman “bloomberg,” pagi ini, Kamis WIB..

Selain itu, langkah China yang menaikkan tarif bea masuk produk impor AS mendorong peningkatan ketegangan perdagangan global sehingga mendorong investor mengoleksi aset safe haven.

Harga emas di pasar spot naik satu koma empat persen per ons  waktu London. Harga emas sempat menyentuh level  tertingginya.

Untuk emas emas berjangka AS pengiriman Juni  juga ditutup naik satu setengah persen

“Peningkatan ketegangan geopolitik karena China melakukan aksi pembalasan terhadap AS mendukung harga emas,” kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares.

Emas sering digunakan sebagai aset pelindung selama masa ketidakpastian keuangan atau politik.

China mengumumkan tarif impor barang hingga dua puluh lima persen dari Amerika Serikat.

China mengenakan tarif baru untuk  seratus dua puluh delapan produk termasuk daging, buah, dan produk dari ritel Amerika Serikat

Langkah ini sebagai respons atas AS mengenakan tarif impor baru untuk aluminium dan baja AS.

Adapun pengenaan tarif impor barang dari AS tersebut dapat mencapai tiga miliar dolar

Hal itu meningkatkan kekhawatiran potensi perang dagang antara AS dan China.

Kementerian Perdagangan China menyatakan menangguhkan kewajibannya kepada Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization untuk mengurangi tarif atas seratus dua puluh barang AS termasuk buah.

Tarif untuk produk AS akan bertambah lima belas persen.

Adapun delapan produk termasuk daging bagi, juga kena tarif hingga dua puluh lima persen.

Pengenaan tarif baru itu mulai efektif pada  Senin kemarinl.

“Penangguhan China atas konsesi tarifnya adalah tindakan sah yang diadopsi di bawah aturan WTO untuk melindungi kepentingan China,” tulis Kementerian Keuangan China, seperti dikutip dari laman bloomberg.

China memberlakukan tarif tambahan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington. Ini memicu ketegangan perdagangan antara China dan AS.

Sebelumnya, sepanjang pekan lalu, harga emas sempat tertekan akibat penguatan dollar

“Harga emas  dan perak kompak melemah hingga pertengahan perdagangan pekan lalu,” tulis Bloomberg.

Hal itu didorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat dan aksi jual investor.

Sementara itu, bursa saham global sebagian besar tertekan usai indeks saham acuan di Amerika Serikat atau wall street tertekan.

Akan tetapi, pelemahan indeks saham di AS relatif tertahan. Hal itu dinilai dapat menjadi sentimen positif untuk pergerakan harga emas dan perak dalam jangka panjang.

Pasar juga dipengaruhi rilis data ekonomi AS.

Produk domestik bruto  AS tercatat naik menjadi dua koma sembilan persen.

Diperkirakan PDB AS tumbuh  dua koma tujuh persen.

Para ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi AS di atas tiga persen pada tahun ini.

Hal ini didorong pemangkasan pajak perusahaan di AS sehingga perkuat ekonomi.

“Pasar dipengaruhi indeks dolar bergerak lebih tinggi. Indeks dolar AS cenderung volatile baru-baru ini tetapi tren jangka pendek tertekan. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex tergelincir karena aksi ambil untung,” ujar Analis Kitco Jim Wycoff.

Ia menambahkan, secara teknis harga emas berjangka untuk pengiriman April sedikit unggul dalam jangka pendek.

Target kenaikan harga emas dapat terjadi dengan level resistance menembus USD 1.356 per ounce.

Sedangkan target penurunan harga emas dapat terjadi jika berada di bawah USD 1.300. Jadi level resistance harga emas di kisaran USD 1.330 dan kemudian USD 1.335.

Komentar