Harga Emas Dunia Melambung Tinggi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 Desember 2015 | 10:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Para pemilik emas batangan, hari ini, Jumat, 04 Desember 2015, dianjurkan untuk segera menjual emasnya karena melonjaknya harga logam mulia itu cukup tinggi pasca keputusan Bank Sentral Eropa.

Seperti diketahui ECB memotong suku bunga dan memperpanjang program pembelian obligasi selama enam bulan yang memicu kenaikan harga emas setelah selama dua bulan terakhir ini terpuruk ke tingkat paling murah sepanjang enam tahun terakhir.

Akibatnya dari kebijakan ECB itu mata uang euro perkasa melawan dolar.

Dampak paling nyatanya dari kebijakan itu melonjakkan harga emas hingga hampir mencapai satu persen per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga ditutup naik.

Harga logam mulia sebelumnya mencapai titik terendah sejak Februari 2010, setelah Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve Janet Yellen, yang memberi sinyalemen akan ada kenaikan suku bunga pada bulan ini.

Jika bursa saham Amerika Serikat berjatuhan pasca European Central Bank atau Bank Sentral Eropa mengeluarkan stimulus yang mengecewakan, lain halnya dengan harga emas.

Logam mulia ini melonjak cukup tinggi pasca keputusan ECB.

Karena hal tersebut, mata uang euro menguat terhadap dolar, alhasil harga emas pun naik.

Kenaikan harga emas juga dipicu dari pergerakan kurs mata uang yang dipengaruhi oleh kebijakan tersebut. Pelemahan dolar diketahui menaikkan harga emas.

Mata uang euro perkasa melawan dolar, yaitu naik 3,4 persen menjadi US$ 1,097 per euro.

“Emas reli dari melemahnya dolar,” kata Charles Nedoss, ahli strategi pasar senior dengan LaSalle Futures di Chicago dilansir dari laman Wall Street Journal, Jumat, 04 Desember 2015.

Harga emas telah bergerak di tingkat terendah dalam hampir enam tahun pada antisipasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak sembilan tahun silam.

Sebuah langkah untuk tingkat yang lebih tinggi dipandang memukul harga emas, yang tidak membayar bunga dan akan berjuang untuk bersaing dengan aset yield seperti obligasi Treasury.

Tetapi pada hari Kamis, beberapa pedagang mendapatkan keuntungannya yakni dengan cara membeli emas di harga sebelum kenaikan dan bergeser ke sela-sela menjelang data pekerjaan AS dirilis.

“Ini mungkin akan menjadi laporan pekerjaan yang terdekat yang kami dalam beberapa waktu karena di mana kita berada dengan Fed,” kata Bob Haberkorn, broker komoditas senior RJO Futures di Chicago.

Dampak kenaikan harga emas global ini juga dirasakan oleh perdagangan emas domestik.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 per gram menjadi Rp 547 ribu per gram pada perdagangan Jumat pagi WIB.

Begitu pula harga pembelian kembali atau harga buyback emas Antam naik hingga Rp 7.000 menjadi Rp 473 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 473 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, harga emas Antam untuk seluruh ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Logam Mulia Antam saat ini memiliki tiga belas counter penjualan retail di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Palembang, Semarang, Banjarmasin, Balikpapan, Medan, dan Bali.

Selain kota-kota tersebut, Logam Mulia Antam juga melayani kota-kota besar lainnya melalui delivery order.

Komentar