Harga Emas Dunia Makin Terpuruk

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Oktober 2016 | 09:39 WIB

Dibaca: 2 kali

Untuk pertama kalinya selama enam bulan terakhir, harga emas, hari ini, Jumat, 07 Oktober 2016,   berada di titik terendah setelah gagal melakukan pergerakan dan berkonsolidasi setelah dua hari sebelumnya, Rabu, 04 Oktober, amblas sebesar empat persen.

Di Asia, perdagangan emas  membukukan keuntungan ringan  setelah laporan dari sektor pekerjaan non pertanian swasta di AS dirilis lebih lemah dari yang diharapkan.

Amblasnya harga emas ini datang bersamaan dengan rilis data ekonomi positif yang  membangkitkan harapan suku bunga bank sentral Amerika Serikat akan naik pada akhir tahun ini.

Setelah ambruk sebesar empat persen di hari Rabu, hari ini, Jumat harga emas kembali turun satu koma persen ke level US$ 1.253 per ounce.

Harga emas itu masuk level terendah sejak 07 Juni lalu.

Bahkan di bawah rata-rata harian selama dua ratus hari di kisaran US$ 1.256.

Hal ini dinilai sinyal harga emas akan merosot.

Yang memengaruhi turunnya harga emas ini adalah rilis data ekonomi AS

Data ekonomi terakhir menunjukkan kalau klaim pengangguran mingguan menurun.

Hal itu mendorong keyakinan terhadap ekonomi dan membantu pergerakan dolar AS. Indeks dolar AS naik nolkoma empat  persen.

Penguatan data ekonomi AS mendorong harapan bank sentral AS akan kembali naikkan suku bunga bunga. Berdasarkan data CME Fed Watch Tool, sekitar enam puluh persen kemungkinan bank sentral AS naikkan suku bunga pada Desember.

Kenaikan suku bunga dapat berimbas ke harga emas dan mendongkrak dolar AS.

“Kenaikan imbal hasil surat utang dan performa dolar AS dalam beberapa hari telah bebani harga emas. Saya tidak harapkan kejutan besar untuk data tenaga kerja dan juga pemilihan,” ujar Adam Koos, Presiden Libertas Welath Management seperti dikutip dari laman situs “bloomberg”  pagi ini.

Ia menambahkan, bank sentral AS akan cenderung diam, dan pelaku pasar akan melihat harga emas di kisaran US$ 1.200 sebagai level terendah.

Sementara itu, PM Inggris Theresa Mei menyatakan dalam pidatonya bahwa “kebijakan moneter dengan suku bunga yang berada di level super-rendah”

“Dan kebijakan pelonggaran kuantitatif akan memberikan pengobatan darurat yang diperlukan dan mengakui ada beberapa efek samping yang mempunyai dampak buruk,” kata May.

Bank of England telah mengisyaratkan beberapa minggu yang lalu bahwa suku bunga berpotensi akan di potong bulan depan setelah ekonomi Inggris melewati kejutan awal dari pemisahan Brexit.

Bank sentral adalah salah satu pembeli emas terbesar. Rusia, Cina, dan Kazakhstan terus meningkatkan cadangan emas pada tahun ini.

Sementara itu, suku bunga riil negatif dan imbal hasil obligasi yang rendah masih bertengger di beberapa mata uang utama sehingga berpotensi membuat negara-negara dapat mendorong arus uang masuk ke emas.

Pada umumnya, bank-bank sentral membeli emas untuk melakukan diversifikasi cadangan keuangan, bersama-sama dengan aset lain seperti mata uang asing karena memiliki uang yang cukup besar

Da ini membuat investor hanya menonton aksi beli serta penjualan emas bank sentral untuk mengukur sentimen terhadap logam emas.

Di dalam negeri, terutama emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Jumat pagi WIB, tetap bertahan di posisi Rp 599 ribu per gram.

Sedangkan harga buyback emas atau pembelian kembali turun Rp 6.000 menjadi Rp 523 ribu per gram. Itu artinya jika Anda menjual emas, maka Antam akan membayar Rp 523 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas sat kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Menjelang siang, Jumat, sebagian ukuran emas sudah habis terjual antara lain ukuran 2, 3, 100, 250 dan 500 gram.

Komentar