Emas Dunia Benar-benar Ambruk Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Agustus 2018 | 08:01 WIB

Dibaca: 2 kali

Hari ini, Selasa pagi WIB, 14 Agustus, harga emas dunia di Comex Merchantil Exchange, New York, menjadi yang terburuk selama  satu setengah tahun terakhir setelah ambruk hingga di bawah 1.200 dolar per ounce

Sepert ditulis laman keuangan dan ekonomi terkenal “Bloomberg,” Selasa pagi WIB, harga emas ini merupakan level terendah selama lebih setahun terakhir.

Melemahnya harga emas dipicu penguatan dolar AS dan investor meninggalkan emas beralih ke obligasi AS.

Penurunan harga emas kali ini melebihi satu persen atau satu koma empat puluh dua persen, setelah pecan lalu juga merosot

Untuk emas berjangka AS  pengiriman Desember turun satu koma enam puluh lima persen.

Investor tradisional menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai aset mereka selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi dan inflasi, tetapi tahun ini mereka gagal untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai gantinya, para investor langsung menuju obligasi AS, yang dipandang sebagai tempat berlindung paling aman, yang berarti mereka harus membeli dolar AS.

Lira telah jatuh dipicu kekhawatiran atas meningkatnya kontrol Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat.

Pelarian investor telah mengangkat hasil obligasi AS dari posisi terendah empat minggu.

Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi tiga belas bulan sebelum memangkas kenaikan.

Penguatan dolar AS membuat aset berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan emas.

“Pembeli emas tradisional sekarang menilai emas terlalu mahal dalam dolar,” kata George Gero, Managing Director di RBC Wealth Management.

Data mingguan pemerintah AS pada hari Jumat menunjukkan bahwa spekulan emas menaikkan taruhan bearish mereka ke rekor dalam minggu pelaporan terbaru.

Sementara itu, harga platinum mendekati posisi terendah sepuluh tahun di bawah delapan ratus dollar per ounce.

Platinum banyak digunakan dalam katalis pada kendaraan diesel yang tidak lagi disukai sejak skandal emisi-skandal Volkswagen tiga tahun silam.

Produsen platinum terbesar di dunia adalah Afrika Selatan, yang melihat mata uang randnya mencapai titik terendah dalam dua tahun karena penularan.

Komentar