Emas Dunia di Puncak Harga Tertingginya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Januari 2019 | 09:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Pekan yang menggembirakan bagi harga emas global.

Setelah tiga hari mengalami lonjakan kenaikan, hari ini, Kamis, 31 Januari, harga emas kembali berkibar bersamaan dengan kebijakan The Fed menahan kenaikan suku bungua perbankan di Amerika Serikat.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “bloomberg,” Kamis pagi WIB kenaikan harga emas ke  ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir  karena dolar turun usai Bank Sentral AS atau the Fed mempertahankan suku bunga acuan dan mengatakan akan lebih senang dengan kenaikan suku bunga di masa depan.

Harga emas di pasar spot naik nol koma ena persen  per ounce.

Harga emas sempat menyentuh harga tertingginya   sejak Mei tahun lalu. Harga emas bejangka naik nol koma satu persen

The Fed mempertahankan suku bunga AS stabil pada hari Rabu tetapi mengatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini karena meningkatnya ketidakpastian tentang pandangan ekonomi.

Dolar AS tumbang setelah The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga dan menghantam prospek ekonomi dan kenaikan suku bunga di masa depan.

Tahun lalu, dolar menjadi primadona karena investor memilih lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik global, tetapi analis mengatakan emas kemungkinan akan menjadi safe haven yang disukai tahun ini.

Sentimen risiko secara keseluruhan juga sedang diuji oleh kekhawatiran bahwa pengejaran Washington terhadap kasus pidana terhadap perusahaan China Huawei dan pejabat keuangan utamanya dapat mengganggu pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

AS dan China membuka putaran penting perundingan tingkat tinggi pada hari Rabu yang bertujuan mencari jalan keluar dari perang dagang yang terjadi berbulan-bulan lamanya.

Menggarisbawahi minat investor pada emas, kepemilikan SPDRGold TrustGLD, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, naik  satu persen  dan tertinggi sejak Juni.

Sehari sebelumnya,  Rabu, 30 Januari, harga emas global melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,”  harga emas di pasar spot naik setengah persen menjadi siang waktu New York.

Pada sesi ini, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejak Mei tahun lalu  atau selama delapan bulan terakhir.

“Katalis utama untuk harga emas bergerak naik hari ini adalah kejatuhan dalam perang perdagangan (AS-China),” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

“Ada juga pertanyaan mengenai apakah ekonomi melambat melihat banyak indikasi seperti perang perdagangan dengan China” tambah dia.

Perang dagang AS dengan China semakin memuncak usai AS mengeluarkan dakwaan pidana kepada perusahaan China Huawei.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mendakwa perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei dan kepala keuangannya Meng Wanzhou.

AS mendakwa Huawei dan putri bos perusahaan itu, Meng dengan tuduhan penipuan bank, menghalangi proses hukum, dan pencurian teknologi.

China mengecam Amerika Serikat karena telah mendakwa perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei dengan sejumlah gugatan pidana.

Merespons langkah AS, Negeri Tirai Bambu menuduh bahwa Amerika berusaha untuk “membunuh” operasi bisnis Huawei yang sejatinya “berjalan legal dan normal”.

Investor khawatir tuduhan itu akan mempersulit pembicaraan perdagangan tingkat tinggi AS-China yang akan dimulai pada hari Rabu.

Dorongan tambahan untuk kenaikan harga emas datang dari ekspektasi bahwa Fed akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya. Pembuat kebijakan Fed diharapkan untuk merilis pernyataan kebijakan pada hari Rabu waktu setempat, diikuti oleh konferensi pers dari Ketua Fed Jerome Powell.

Emas cenderung naik karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah. “Ada banyak alasan untuk tetap melihat emas sebagai cara untuk mencari perlindungan mengingat harapan bahwa pasar lain akan terus berjuang, terutama saham,” jelas analis Saxo Bank Ole Hansen.

“Momentum emas telah ditetapkan sekarang. Kita hanya perlu mengetahui seberapa kuat momentum telah didukung oleh minat spekulatif.” tambah dia.

Kenaikan harga emas ini merupakan rentetan dari kenaikan kemarin.

Komentar