Harga Emas dalam Pergulatan Isu The Fed

Penulis: Darmansyah

Kamis, 20 Oktober 2016 | 09:46 WIB

Dibaca: 1 kali

Ditengah pergulatan harga emas dunia yang terus ditekan isu kenaikan suku bunga perbankan oleh The Fed, harga emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Kamis pagi WIB, masih tetap seperti harga kemarin.

Antam nejual emasnya stabil di kisaran Rp 602 ribu per gram .

Untuk harga  buyback emas atau pembelian kembali naik Rp 1.000 menjadi Rp 527.000 per gram.

Itu artinya jika Anda menjual emas, maka Antam akan membayar Rp 527.000 per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Di pasar global, emas yang diperdagangkan Comex Exchange naik tipis  karena didorong aksi beli dan kenaikan harga minyak.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik, demikian mengutip dari laman Kitco, Kamis pagi WIB.

Sentimen yang pengaruhi pasar juga sebagian besar dipengaruhi data ekonomi China.

Hal ini turut mempengaruhi harga logam. Apalagi China juga termasuk impor terbesar komoditas termasuk logam.

Ekonomi China tumbuh  secara year on year, dan sesuai harapan pasar. Angka ini juga saham dengan kuartal II 2016.

China juga melaporkan kalau penjualan ritelnya pada September. Angka ini juga sesuai prediksi.

Produksi industri China menguat. \

Secara keseluruhan data ekonomi terbesar kedua di dunia itu cukup baik.

Sementara itu, the World Gold Council menyatakan penurunan harga emas baru-baru ini seharusnya meningkatkan permintaan fisik dari China.

Adapun harga minyak menguat juga mendorong kenaikan harga komoditas lainnya.

Harga minyak Nymex diperdagangkan di atas harga tertingginya

Analis mengatakan keputusan OPEC baru-baru ini memangkas produksi menunjukkan segala upaya untuk mengangkat harga minyak

Harga emas berjangka bergerak naik ke level tertinggi dalam hampir dua minggu dan berada di kisaran USD 1265 per troy ounce ketika beberapa momen ke belakang, pergerakan pound Inggris berhasil membantu dolar AS untuk bergerak naik ke level tertinggi.

Tanda-tanda kenaikan inflasi, cenderung akan mendukung dan memberikan tumpangan bagi pergerakan emas.

Harga konsumen AS untuk bulan September dilaporkan mengalami kenaikan terbesar dalam lima bulan karena biaya bensin yang melonjak sehingga menunjukan kenaikan inflasi akan menjaga Federal Reserve untuk tetap menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan membuat investor fokus pada waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Saat ini, pasar sedang menunggu rilis data perumahan awal pada hari Rabu, data klaim pengangguran mingguan, penjualan rumah, dan Survei Outlook Bisnis dari Philadelphia Fed pada hari Kamis.

Sementara itu, emas juga berpotensi akan melihat langkah langkah dari Donald Trump ketika komunitas keuangan global tidak siap untuk menyambut Trump sebagai presiden AS karena berpotensi akan menciptakan kekhawatiran ketidakpastian kebijakan.

Pergerakan emas dan dolar biasanya bergerak saling berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, maka pergerakan emas berjangka akan jatuh dan membuat harga emas yang diukur dengan dolar akan menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam emas tidak memberikan keuntungan sehingga membuat permintaan emas berkurang dibanding dengan investasi yang memberikan keuntungan.

Penguatan dalam pergerakan saham AS dapat membuat tekanan pada pergerakan logam emas.

Analis mencatat bahwa ketika pergerakan saham memposting kerugian maka logam emas biasanya akan naik, karena investor mencari tempat yang aman untuk menyimpan.

Demikian juga sebaliknya ketika pergerakan saham AS membukukan keuntungan maka harga emas berpotensi akan turun.

Komentar