Harga Emas dalam Ketidakpastian

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Agustus 2016 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, sore WIB, Jumat, 26 Agustus 2016, harga emas dunia akan memasuki fase baru bersamaan dengan pidato Gubernur  The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, Janet Yellen, tentang kondisi ekonomi negaranya dikaitkan dengan suku bunga.

Ada dua hal yang ditunggu para investor dari pidato Yellen tersebut. Pertama, apakah The Fed akan menaikkan suku bunga perbankan atau tetap pada sukubunga yang berlaku sekarang.

Bagi investor loga mulia emas, bila sukubunga tidak naik maka harga emas akan berpesta. Namun begitu, bila suku bunga melonjak maka emas akan terhempas.

Hari ini, pagi Jumat WIB, harga emas terhempas kembali dan  berada di kisaran  terendah selama empat  minggu terakhir.

“Kita masih menunggu pidato Yellen di simposium Jackson Hole pada Jumat malam WIB,” tulis “reuter.”

Harga emas tertekan setelah dua laporan ekonomi yang dirilis menjemput komentar hawkish dari fedspeak.

Klaim tunjangan pengangguran AS turun  menunjukkan bahwa ada sedikit orang Amerika kehilangan pekerjaan ketika musim panas akan beakhir.

Juga ada  rilis data pesanan barang tahan lama AS naik pada bulan Juli.

Presiden Fed Kansas City Esther George mengatakan kenaikan suku bunga dapat dilakukan, mengingat data ekonomi AS terlihat cukup sehat.

“Saya melihat di mana kita akan bergerak dengan pasar kerja dan inflasi akan bergerak sesuai dengan perkiraan. Saya berpikir sudah waktunya suku bunga untuk dinaikkan.”

Pendapat George bukanlah hal baru. Seorang anggota voting FOMC pada tahun ini telah berbeda pendapat dalam mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Juli.

Bank sentral dunia masih menjadi pembeli emas, tetapi hampir semua dari mereka menunjukkan perlambatan dalam pembelian emas.

Harga emas telah meningkat sebanyak dua puluh empat persen  pada tahun ini, dan kenaikan harga lebih lanjut dapat menambah lebih banyak bank sentral untuk melakukan pembelian.

Bank-bank sentral membeli emas untuk melakukan diversifikasi cadangan keuangan negara.

Dan karena bank sentral memiliki stok keuangan yang cukup besar, investor hanya melihat aksi beli bank sentral dan aksi jual untuk mengukur sentimen terhadap logam emas.

Sekarang adalah waktu untuk menyesuaikan portofolio lindung nilai terhadap kekayaan yang anda miliki.

Emas berjangka jatuh untuk perdagangan sesi kedua kemarin. Dengan begitu harga emas menetap di level rendah selama sebulan.

Salah satu pemicu turunnya harga emas adalah kecemasan investor menunggu keputusan the Fed yang kabarnya akan menaikkan suku bunga.

Emas untuk pengiriman Desember jatuh. Harga tersebut adalah yang paling rendah untuk kontrak yang paling aktif sejak akhir Juli, menurut Factset Data.

Pergerakan Emas masih terus berkonsolidasi pada level yang sedikit lebih tinggi. Sekali lagi beberapa data ekonomi AS yang dirilis masih berada dalam kondisi mixed.

Markit dan indeks manufaktur Richmond Fed mencatat penurunan terbesar yang pernah ada.

Data ini mencerminkan ketidakseimbangan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga ketidakpastian tentang langkah kebijakan berikutnya dari the Fed.

Pasar memperkirakan akan mendapat petunjuk baru ketika Janet Yellen berbicara di simposium Jackson Hole, pada hari Jumat.

Rasio antara cadangan emas resmi China dan GDP sangat diperlukan. Jika PBOC memiliki 5000 ton cadangan resmi emas maka China akan kira-kira setara dengan ke AS, Eropa dan Rusia.

Dengan kata lain, jika AS, Eropa, Rusia dan Cina memiliki rasio yang kira-kira sama dengan cadangan emas resmi terhadap GDP maka sistem moneter internasional akan bergerak menuju emas.

Tahun lalu, Cina telah bergabung dengan IMF (Dana Moneter Internasional) untuk mendapatkan Special Drawing Rights yang menandakan renminbi telah di internasionalisasi.

Renminbi sangat terkait erat dengan emas. Harga emas dalam dolar AS di seluruh dunia akan terkait kuat dengan renminbi di Cina.

PBOC terus meningkatkan cadangan emas sejak China berusaha untuk bergabung dengan mata uang SDR.

Pada akhir Februari tahun ini, cadangan emas telah meningkat.

Dengan kata lain, Cina terus meningkatkan cadangan emas resmi dan mempublikasikan jumlah cadangan. Hingga saat ini, para investor masih lebih suka emas sebagai penyimpan nilai.

Sementara itu, harga emas yang dijual  PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Jumat pagi WIB,  turun Rp 1.000 per gram. Tercatat, harga emas Antam berada di angka Rp 606 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.39 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 250 gram yang sudah ludes terjual.

Begitu juga dengan harga buyback yang mengalami penurunan Rp 1.000 per gram menjadi Rp 555 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam juga akan membelinya di harga Rp 555 ribu per gram.

Harga ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Komentar