Harga Emas Berkibar Didorong Isu Korea

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Maret 2018 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 07 Maret, harga emas naik lebih dari satu persen karena nilai tukar dolar AS tertekan.

Dolar AS meluncur turun setelah Korea Utara memberikan sinyal untuk membuka perundingan soal nuklir.

Dolar AS mencapai titik terendah dalam dua pekan karena para pelaku pasar menaruhkan dana mereka ke aset-aset berisiko usai adanya berita bahwa para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan akan bertemu untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir dan Korea Utara akan mengadakan pembicaraan nuklir dengan AS.

Seperti ditulis ekonomi dan keuangan terkenal “bloomberg,” pagi ini, Rabu WIB,  harga emas di pasar spot naik satu koma satu persen

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik satu koma dua persen  per ounce.

“Usai pelemahan dolar AS, bersama dengan komoditas lain yaitu minyak, harga emas naik karena mendapat keuntungan dari Korea Utara,” jelas analis Saxo Bank,Ole Hansen.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat tertekan karena kekhawatiran perang dagang. Presiden AS Donald Trump pekan lalu, jika AS akan memungut tarif impor lumayan besar pada aluminium dan baja.

Sebelumnya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengatakan bahwa ia ingin meningkatkan kemajuan hubungan dengan Korea Selatan.

Kepada delegasi Korsel, ia berharap dapat menulis sejarah baru soal reunifikasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Kim Jong-un saat delegasi Korea Selatan yang dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Chung Eui-yong berkunjung ke Pyongyang.

Itu merupakan kunjungan untuk kali pertama sejak Kim menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut pada 2011.

“Ia , bertukar pandangan mendalam mengenai isu-isu untuk meredakan ketegangan militer akut di Semenanjung Korea dan mengaktifkan dialog, kontak, kerja sama, dan pertukaran serba guna,” demikian laporan media Korea Utara KCNA seperti dikutip The Guardian .

“Ia berulang kali mengklarifikasi bahwa ini adalah pendirian kami yang konsisten dan berprinsip dan keinginan tegasnya untuk meningkatkan kemajuan hubungan Utara-Selatan dan menulis sebuah sejarah baru reunifikasi nasional oleh usaha bersama bangsa yang dibanggakan di dunia ini,” imbuh laporan tersebut.

Belum jelas apa yang dimaksud dengan “kesepakatan memuaskan” dan meski Korea Utara mengundang Presiden Moon Jae-in untuk berkunjung ke Pyongyang, belum ada tanggal yang ditetapkan.

Secara teknis, Korea Utara dan Selatan berada dalam kondisi bermusuhan sejak Perang Korea yang berlangsung pada awal lima puluhan berakhir.

Beberapa kali, negeri pimpinan Kim Jong-un itu pun mendapat kecaman luas dunia internasional akibat aktivitas pengembangan rudal dan nuklirnya.

Kemarin, harga emas sempat terhenyak ditengah kuatnya isu akan terjadinya “perang” dagang oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Selain itu  melemah harga emas ini juga  dipicu penguatan dolar Amerika Serikat  yang melebihi imbas dari ketidakpastian yang diciptakan hasil pemilihan umum di Italia dan ketakutan terhadap terjadinya kemungkinan perang dagang global.

Seperti ditulis laman media terkenal “bloomberg,”  harga emas di pasar spot turun nol koma persen  per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak akhir  Februari lalu

Sementara itu harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April juga turun nol koma tiga persen.

“Apa saja yang mungkin mendukung dolar, yakni ekspektasi kenaikan suku bunga telah meningkat selama beberapa minggu terakhir ini,” kata Daniel Ghali, Ahli Strategi Komoditas TD Securities.

Pernyataan Gubernur Fed Jerome Powell menunjukkan pandangan optimisnya tentang kondisi ekonomi Amerika membuka pintu kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga sebanyak empat kali.

Harga emas yang kali ini dipengaruhi penguatan dolar, menunjukkan indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang utama, naik nol kom adua  persen, setelah menyentuh posisi terendah dalam hampir seminggu sebelum sesi ini.

Dorongan terhadap harga emas juga berasal dari pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu, jika negara ini akan memungut tarif impor lumayan besar pada aluminium dan baja.

Hal ini diikuti ancaman pembalasan dari Uni Eropa dan Kanada.

Di Italia yang sedang melangsungkan pemilihan umum, tampaknya tidak satupun dari tiga kelompok utama akan bisa memerintah sendiri dan ada sedikit kemungkinan pemerintahan dipegang arus utama pemerintahan moderat.

“Emas didukung pembicaraan perang dagang. Apakah akan terjadi atau tidak akan meningkatkan probabilitas kebijakan dari Fed yang jelas akan bullish untuk emas,” tambah Ghali.

Emas sering dilihat sebagai alternatif investasi saat terjadinya ketidakpastian geopolitik dan keuangan, bersama aset safe haven lainnya seperti yen Jepang dan surat utang AS, sementara saham cenderung lebih rendah.

Komentar