Harga Emas Berada Diposisi Terkuatnya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Oktober 2018 | 07:53 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah melemah selama dua hari di awal pecan, hari ini, Jumat pagi WIB, 12 Oktober,  harga emas dunia di Merchantil Comex, New York, menguat bersamaan dengan “oleng”nya pasar saham

Kenaikan harga emas ini, seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” mencapai dua  persen lebih.

“Pemcu nya pelemahan pasar saham global yang mendorong investor bergegas membeli logam mulia,” tulis laman media itu.

Hrga emas di pasar spot naik  dua koma enam persen per ounce.

Harga naik usai mencapai posisi tertinggi sejak Juli lalu.

Ini juga merupakan persentase persentase satu hari terbaik sejak Juni 2016.

Adapun harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik dua koma delapan puluh tujuh

Pasar emas kali ini dipengaruhi Wall Street yang memperpanjang penurunannya ke sesi keenam pada Kamis.

Ini setelah Pasar Saham Eropa merosot ke posisi terendah dalam dua puluh satu bulan, menunjuk meningkatnya keengganan risiko di seluruh pasar global.

“Banyak orang berlari ke emas sebagai perdagangan safe haven, diversifikasi ke aset dan menjual dolar,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investor AS.

“Sekarang emas telah menembus level resistance kuat di USD 1.210, banyak posisi panjang baru datang,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, kembali mengkritik Federal Reserve, dengan menyebut jika kenaikan suku bunga merupakan kebijakan “konyol” yang membuatnya lebih mahal bagi pemerintah untuk membiayai defisit yang berkembang.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan lalu untuk ketiga kalinya untuk tahun ini dan secara luas diperkirakan akan menaikkannya lagi pada bulan Desember.

“Ketika aksi jual pasar saham berlanjut, emas sekali lagi menjadi tujuan yang diinginkan pada saat ada ketidakpastian,” kata Alfonso Esparza, Analis Pasar Senior di OANDA.

Harga emas telah jatuh lebih dari 10 persen dari puncaknya pada bulan April, dengan investor semakin beralih ke greenback ketika perang perdagangan AS-Cina terbentang dengan latar belakang meningkatnya suku bunga AS.

Tapi harga emas telah pulih dari level terendah dalam tujuh  tahun yang dicapai pada pertengahan Agustus, didukung pembelian safe haven yang terbatas di level bawah terkait dengan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi dari harga minyak yang melonjak.

Adapun harga perak naik lebih dari dua persen . Palladium naik satu koma empat persen per ounce.

Platinum naik dua setengah persen, setelah menyentuh tertinggi sejak Juli

Komentar