Harga Emas Berada di Puncak Tertingginya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Februari 2019 | 08:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 20 Februari, harga emas global mencatatkan rekor baru selama sepuluh bulan teraklhir dan berada di puncaknya setelah sehari sebelumnya juga mencatatkan kenaikan.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas naik ke level tertingginya karena kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia.

Kekhawatiran tersebut membuat investor memburu aset-aset safe haven seperti emas.

Selain itu, kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan dolar AS akibat pelaku pasar sedikit sanksi dengan proses pembicaraan perang dagang antara AS dengan China.

Harga emas di pasar spot naik hampir satu persen atau pasnya nol koma delapan enam  persen menjadi  per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak  April  tahun lalu.

Sedangkan harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan.

“Kami mendapatkan lebih banyak bukti perlambatan pertumbuhan ekonomi global,” kata analis SP Angel Sergey Raevskiy.

“Ada beberapa komentar dovish dari Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa.” tambah dia.

Sinyal dovish dari Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa tersebut menambah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan mengikuti lemah data ekonomi dari Amerika Serikat dan China.

Saat ini, investor tengah menunggu risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS untuk panduan lebih lanjut mengenai rencana kenaikan suku bunga tahun ini.

Kenaikan suku bunga atau suku bunga yang tinggi cenderung membebani harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas naik ke level terkuat sejak April tahun lalu pada penutupan perdagangan Selasa pagi WIB)ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat .

Harga emas spot naik nol koma empat per ounce,

Membantu kenaikan emas batangan, dolar AS mundur dari level tertinggi dua bulan pada minggu lalu seirinngnya meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China.

Resolusi perdagangan kemungkinan akan meningkatkan nilai yuan dan pada gilirannya, permintaan dari China, analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan.

“Tercapainya kesepakatan AS dan China akan menekan dolar karena pemerintah AS akan memutuskan untuk menurunkan tarif impor, yang akan menurunkan harga impor, menyebabkan inflasi turun dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga.”

Investor akan menunggu risalah pertemuan kebijakan Januari The Fed pada hari Rabu untuk kejelasan lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga tahun ini. Tingkat yang lebih tinggi cenderung membebani harga emas.

Di antara logam mulia lainnya, platinum tidak berubah, sementara perak naik nol koma dua persen

Komentar