Harga Emas Berada di Posisi Tertingginya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Agustus 2016 | 09:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini, Kamis, 18 Agustus 2016, kembali bergerak  naik setelah sehari sebelumnya juga naik tipis  di Stock Exchange Comex, New York, karena didorong keraguan The Fed menaikkan suku bunganya di Desember mendatang.

Pada penutupan perdagangan Kamis pagi WIB,  harga emas  bergerak di dua arah. Pendorong kenaikan harga emas itu terjadi bersamaan dengan  keluarnya risalah pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat  yang menyatakan perlu adanya tanda-tanda yang lebih pasti untuk menaikkan suku bunga.

Mengutip CNBC, Kamis pagi, harga emas di pasar spot naik sangat tipis. Di awal perdagangan, harga emas sempat jatuh, namun setelah risalah keluar harga emas kemudian meningkat.

Hasil pertemuan The Fed menunjukkan bahwa beberapa anggota dewan gubernur menyatakan bahwa angka tenaga kerja sudah sesuai dengan target sehingga bisa menaikkan suku bunga segera.

Namun beberapa anggota lainnya memilih untuk menunggu sinyal yang lebih jelas untuk menaikkan suku bunga.

“Kami melihat belum ada yang cukup yakin bahwa suku bunga bisa naik pada September ini,” kata Bill O’Neill, pendiri LOGIC Advisors. “

Ia melanjutkan, The Fed tidak bisa dengan tiba-tiba masuk ke mode agresif dan menaikkan suku bunga dengan cepat. Masih ada begitu banyak ketidakpastian ke depannya.

Harga emas memang sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga.

Jika bunga naik maka emas harus bersaing dengan instrumen investasi lain yang memberikan keuntungan bunga.

“Para pejabat The Fed tidak berada di kesimpulan yang sama,” jelas analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.”

“ Keragu-raguan akan pertumbuhan ekonomi AS yang ditambah dengan belum pulihnya pertumbuhan ekonomi global menjadi pemberat rencana kenaikan suku bunga The Fed sehingga sedikit menguntungkan bagi emas”

Untuk dicatat, kenaikan harga emas pada Kamis pagi WIB telah  menyentuh level dua minggu tertinggi terbaru

Logam emas sempat  terkoreksi ketika fedspeak William Dudley memberikan nada hawkish dan beberapa data ekonomi AS dirilis lebih baik dari yang diharapkan.

Pernyataan hawkish dari Dudley telah membuat dollar kembali sedikit menguat ketika data housing starts meningkat.

Namun, data CPI tahunan AS dirilis melambat Ketidakmampuan Fed untuk menghangatkan inflasi akan tetap menjadi masalah besar.

Dalam sebuah wawancara, William Dudley mengatakan pasar sedang menunggu kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada tahun ini.

Dudley mengatakan the Fed semakin bersiap untuk kemungkinan meningkatkan suku bunga pada bulan September, jika perkiraan ekonomi akan lebih baik di semester kedua tahun ini.

Tetapi Dudley, mengakui bahwa the Fed akan terus berhati-hati untuk menaikkan suku bunga dengan melihat kondisi ekonomi.

Pernyataan ini merupakan upaya untuk melawan atau menyeimbangkan pesan yang cukup dovish dari Presiden Fed San Fransisco John Williams yang dikeluarkan kemarin.

“Kami mungkin tidak akan memilih untuk melakukan kebijakan pengetatan moneter.”

Pasar memperkirakan suku bunga akan dinaikan secara “bertahap” tetapi jika data ekonomi mencegah Fed untuk benar-benar melakukan kebijakan lanjutan sebelum akhir tahun, maka semua orang harus menyadari bahwa Fed akan mencoba untuk menahan kebijakan.

Emas akan menjadi pilihan ketika the Fed tidak mampu menaikkan suku bunga hingga akhir tahun ini. Pasar mengetahui bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi pada saat ini akan menjadi sinyal bagi harga emas untuk bergerak naik.

Komentar