Harga Emas Berada di Posisi Paling Galau

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Juni 2015 | 11:35 WIB

Dibaca: 1 kali

Para pengamat logam mulia, terutama emas, memprediksi kemungkinanr menurun harga barang tambang itu pada pekan ini menyusul tingginya prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi dari prediksi sebelumnya.

Proyeksi tersebut diperkirakan akan mengikis status emas sebagai nilai lindung investasi.

Melansir laman International Business Times, Senin, 15 Juni 2015, pertemuan petinggi Bank Sentral AS atau The Fed, pertengahan pekan ini kemungkinan akan mengumumkan kenaikan suku bunga lebih tinggi dari prediksi semula.

Itu akan menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Dari sejumlah ahli pasar emas yang mengikuti Kitco News Survey, dua belas partisipan ragu harga emas akan naik.

Sebaliknya, lima partisipan mengaku yakin harga logam mulia itu akan naik. Sisanya, sebanyak tiga responden melihat harga emas akan bergerak stagnan.

Para responden dalam survei itu termasuk pedagang emas, pialang, bankir investasi, dan analis.

Meski begitu, harga emas dapat naik di akhir pekan jika pertanyaan The Fed dan Yellen tak terlalu fokus pada kebijakan moneter AS tersebut.

Hari ini harga emas bergerak stagnan ketika diskusi utang antara Yunani dan IMF berlanjut.

Kondisi itu dapat meningkatkan permintaan emas di Yunani. Pekan lalu, IMF secara dramatis meninggalkan diskusi di Athena dan mengatakan diskusi terhambat di sektor keuangan, pajak dan pensiun.

Head of Commodity Strategy di TD Securities, Bart Melek mengatakan, volatilitas harga emas dapat menjadi sangat tinggi pada 17 Juni 2015 mengingat The Fed menurunkan proyeksi ekonominya dan memprediksi kenaikkan suku bunga. Itu akan positif bagi emas.

Tapi Yellen dapat mengikis permintaan emas jika dia mengatakan, suku bunga akan bergerak lebih tinggi tahun ini.

Analis emas di Natixis Bernard Dahdah mengatakan, ketidakpastian di Yunani dapat memicu kenaikkan permintaan emas di negara tersebut.

Sementara pakar strategi di IHS, KC Chang mengatakan, ekonomi AS masih terus tumbuh tapi ini tidak mendukung kenaikkan suku bunga AS. The Fed masih akan bergantung pada data ekonomi dan pasar emas kini mengambil pendekatan wait and see.

“Ketegangan dapat meningkat di pasar jika tidak ada kejelasan diskusi Yunani pekan depan dan itu akan positif bagi emas,” katanya.

Sekasar informasi, pekan lalu kontrak emas untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,2 ke level US$ 1.179,2 per ounce.

Di Asia, harga emas menguat pada awal sesi hari Senin ketika Yunani fokus pada pembicaraan terakhir kesepakatan bailout berikutnya.

Pasar akan melihat pernyataan Fed pada Rabu ini mencari sinyal yang jelas kapan waktu untuk mulai menaikkan suku bunga AS.

Pada prinsipnya, Yunani masih tetap terbuka untuk menemukan kesepakatan dengan pihak pemberi pinjaman dan siap untuk menjembatani kesenjangan anggaran seperti yang diminta oleh pemberi pinjaman, tetapi tidak untuk memotong dana pensiun atau menaikkan pajak, menurut wakil perdana menteri Yunani pada hari Minggu setelah ada deadlock negosiasi pembicaraan.

Dalam sebuah pernyataan, Wakil Perdana Menteri Yannis Dragasakis mengatakan delegasi Yunani tetap siap untuk melanjutkan perundingan tetapi menyalahkan pemberi pinjaman Eropa yang memaksakan pemotongan dana pensiun dan kenaikan pajak untuk menutup anggaran yang diproyeksikan.

Komisi Eropa mengatakan pada Minggu pembicaraan bahwa antara Yunani dan pihak kreditur tidak berhasil mendapatkan keputusan akhir.

Harian Bild Jerman melaporkan bahwa Angela Merkel sekarang percaya bahwa default pada Yunani tidak dapat dihindari tetapi Grexit masih harus dilihat, apalah default akan cukup dahsyat terhadap implikasi pada zona Eropa karena uang perlu menjadi komoditas yang mempunyai kepercayaan yang harus mempunyai trust dan emas akan menjadi taruhannya.

Jika Yunani bebas dari beban utang yang sangat besar dengan menyatakan default, maka hal itu akan menjadi jalan panjang dan menyakitkan sampai Athena kembali mendapat pijakan dan kebijakan yang akan diambil adalah devaluasi besar-besaran.

Walaupun kondisi harga emas di pasar global masih belum jelas, di tingkat lokal, emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih berada di posisi Rp 553.000 per gram, yang berarti lebih murah Rp 2.000 di banding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Untuk emas pecahan 500 gram Antam menjualnya dengan harga Rp 256.800.000, 250 gram Rp 128.500.000, 100 gram Rp 51.450.000, 50 gram 25.750.000, 25 gram Rp 12.900.000, 10 gram Rp 5.190.000, 5 gram Rp 2.620.000, 4 gram Rp 2.096.000, 3 gram Rp1.581.000. 2 gram Rp 1.066.000 dan 1 gram Rp 553.000

Komentar