Harga Emas Antam Terus Melorot

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 Mei 2015 | 11:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global hari ini menunjukkan tren menurun dan pergerakannya secara umum masih tetap berkonsolidasi di atas harga USD 1200 per troy ounce.

Emas sedikit tertekan setelah rilis data inflasi inti AS yang lebih besar dari yang diperkirakan. Inflasi inti tahunan AS dirilis di satu koma delapan persen, yang menunjukkan inflasi mungkin akan kembali memanas.

Akibat dari tertekannya harga di tingkat global ini pengaruhnya langsung dirasakan dalam perdagangan emas domestik yang kendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Antam hari menjual emas batangannya dengan patokan harga Rp 553.000 per gram, yang berarti meluntur Rp 2.000 per gram.

Harga emas global ini tidak mengkhawatirkan para investor karena melihat sejarah lalu bahwa dengan naiknya inflasi cenderung akan memiliki pengaruh positif pada emas.

Saat ini, reaksi awal untuk semua data ekonomi AS selalu berpusat pada bagaimana Fed akan bereaksi. Inflasi yang naik lebih tinggi dapat mendorong the Fed akan menaikkan suku bunga.

Chair’s the Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral akan tetap di jalur untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini dengan melakukannya secara bertahap serta menambahkan bahwa ia mengharapkan ekonomi akan rebound setelah secara mengejutkan melemah pada kuartal pertama tahun ini.

Pernyataan tegas dari Yellen telah membuat perbedaan di antara pejabat Fed lainnya yang telah membuat pertanyaan selama beberapa bulan terakhir ketika pasar keuangan baru-baru ini memproyeksikan bahwa Fed akan menunda kenaikan suku bunga, bahkan mungkin sampai awal tahun depan.

Dalam pidatonya, Chair’s the Fed, Yellen menegaskan bahwa dia percaya pelemahan ekonomi pada Q1 adalah “sementara.” Dia melanjutkan untuk mengakui bahwa data ekonomi baru baru ini dirilis telah “mengecewakan”.

Tetapi yang harus dipahami, apakah yang menjadi benchmark dari ekonomi yang terus membaik?

Pasar berpikir bahwa saat ini indeks saham AS sedang berada di harga tinggi. Cara untuk menjaga investor untuk melakukan spekulasi besar di pasar saham dan pasar obligasi adalah dengan pernyataan kebijakan hawkish akan diperlukan, melihat pengalaman-pengalaman dari lalu.

Di Jakarta, emas yang diperdagangan pekan ini, Senin, 25 Mei 2015, oleh PT Aneka Tambang Tbk kembali turun Rp 2.000 menjadi Rp 553 ribu per gram.

Akan tetapi, harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam tak bergerak dari level Rp 498 ribu.

Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.25 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Ukuran emas yang sudah habis terjual yaitu 2 gram dan 500 gram.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Harga emas domestik mulai mengalami penurunan sejak Jumat lalu dan terus diikuti sampai hari ini dengan besaran Rp2.000 per gram.

Penurunan harga emas domestik, seiring dengan penurunan harga spot emas di bursa Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu.

Seperti dikutip dari laman Reuters, harga emas jatuh menjadi US$1.204,72 per once. Harga tersebut, turunn untuk penjualan Juni.

Nilai emas pasar emas ini menurun untuk pertama kalinya dalam empat minggu, menjelang The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dan hari libur AS yang jatuh pada hari Senin ini.

Pada Senin, emas Antam ukuran lima gram dilepas dengan harga Rp2.620.000, ukuran 10 gram Rp5.190.000, ukuran 25 gram Rp12.900.000.

Sedangkan emas batangan ukuran 50 gram Rp25.750.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp51.450.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp128.500.000. Sedangkan untuk ukuran 500 gram mencapai Rp256.800.000.

logam mulia.com, reuter dan xinhua

Komentar