Harga Emas Antam di Rp 564.00 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 Januari 2015 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, kini sudah bertengger di angka Rp 564.000 per gram setelah hari ini, Rabu, 21 Januari 2015, naik sebesar Rp 4.000 per gram dibanding dari harga sehari sebelumnya, Selasa, 20 Januari 2015, Rp 560.000 per gram.

Kenaikan harga emas yang dijual oleh anak usaha Antam, Logam Mulia ini, merupakan dampak dari cerahnya harga emas global, yang sehari sebelumnya lesu.

“Harga emas batangan pada transaksi hari ini juga bergerak positif,” tulis situs resmi Antam yang dikutip “nuga,” Rabu pagi..

Menurut situd Antam itu, harga emas batangan yang mereka jual Rp 564.000 untuk ukuran satu gram atau menguat Rp 4.000 dibandingkan pada level Rp 560.000 pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2015.

Untuk ukuran yang lainnya, seperti 5 gram dilepas dengan harga Rp2.675.000, ukuran 10 gram Rp5.300.000, ukuran 25 gram Rp13.175.000, ukuran 50 gram Rp26.300.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp52.550.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp131.250.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp262.300.000.

Adapun harga beli kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” emas Antam hari ini dipatok pada level Rp 500.000 per gram atau naik Rp 5.000 dibandingkan level Rp 495.000 per gram pada perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam sejak pekan lalu bergerak positif dan Senin, 19 Januari 2015, pekan melanjutkan pergerakannya, sebelum, hari ini, Selasa, 20 januari 2015, mengalami stagnan.

Hari Senin harga emas Antam melanjutkan ‘lompatan’nya dengan naik sebesar Rp 7.000 per gram untuk mendudukkan harga satu gramnya emas batangan ke angka Rp 560.000.

Harga jual itu stagnan di hari Selasa yang diikuti oleh harga pembelian kembali “buyback” melemah tipis.

Di pasar global, harga emas berakhir menguat ke level tertinggi dalam empat setengah bulan terakhir di penutupan perdagangan Selasa di Bursa New York, Amerika Serikat.

Dilansir CNBC yang dikutip dari Reuters, Rabu, 21 Januari 2015, kenaikan harga emas tersebut dipicu karena ketidakpastian program stimulus moneter yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Eropa. Beredar isu bahwa Bank Sentral Eropa akan mengumumkan kebijakan tersebut pada Kamis pekan ini.

Harga emas di pasar spot naik ke level US$1.292 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat ke level US$1.294,2 per ounce.

Seperti diketahui, emas membukukan keuntungan mingguan terbesar pada pekan lalu, setelah adanya keputusan Bank Nasional Swiss mencabut batasan nilai tukar mata uangnya.

Sehari sebelumnya di pasar global harga emas bergerak lebih rendah dari level tertinggi pada hari Senin, di tengah penurunan terburuk pada pergerakan saham Cina selama enam tahun ketika para pelaku pasar di Barat mulai berspekulasi terhadap pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa.

Setelah pada pekan lalu “aksi beli safe haven pada emas meningkat” ketika Swiss mengambil kebijakan moneter terbaru yang memicu lonjakan penguatan sebanyak tiga puluh pada mata uang swiss Franc.

Harga surat utang pemerintah Yunani jatuh, mendorong obligasi dengan tenor 10-tahun bergerak hampir satu persen lebih tinggi dibanding bulan lalu di kisaran 9.20% menjelang pemilihan umum pekan depan.

Spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa yang akan melaksanakan kebijakan pembelian obligasi semakin meningkat, ketika pihak anti-bailout partai Syriza dari Yunani tetap bertahan dalam memimpin jajak pendapat pada pemilihan umum Yunani di hari Minggu.

Likuiditas tipis pada hari Senin kemarin dikarenakan pasar AS tutup pada liburan Martin Luther King. Beberapa investor terlihat mengambil keuntungan dari kenaikan harga emas di pekan lalu dan ada sedikit aksi profit taking dan sedikit jual emas fisik.

Dalam beberapa kasus, permintaan untuk surat utang pemerintah terlihat mencapai rekor terendah dan berada di bawah nol, investor membayar lebih dari nominal obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh Swiss, Finlandia, Jepang, dan Jerman.

Logam emas telah mendapatkan dukungan bahkan ketika lanskap deflasi dan perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang melemah. Revisi waktu terkait kemungkinan suku bunga AS akan dinaikkan berpotensi mempertahankan emas sebagai solusi efektif untuk portofolio investasi.

Semua mata di pasar sedang melihat kepada pertemuan bank sentral Eropa dimana logam emas harus dan akan dipertimbangkan oleh investor untuk diversifikasi portofolio investasi.

Pada pergerakan hari Senin, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD 1280.31 per troy ounce. Harga emas melemah tipis dengan bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya pada kisaran USD 1272.05 per troy ounce.

Harga emas akhirnya ditutup pada kisaran USD 1276.03 per troy ounce. Pergerakan emas mendapatkan kerugian terhadap dollar sebanyak USD 4.28.

Secara umum, pergerakan emas pada grafik empat jam-jam-an terlihat masih dalam kondisi bullish.

Komentar