Emas Antam Lompat Rp 6.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Januari 2015 | 12:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Berkilaunya harga emas global disambut dengan peningkatan harga emas lokal. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, PT Antam Tbk, Senin, 12 Januari 2015, melaporkan harga emas batangan pada transaksi hari ini naik rata-rata Rp 6.000 per gram.

Hari ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik cukup tajam dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.

Harga pembelian kembali “buyback” juga menguat.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Senin, pagi, harga emas Antam tercatat Rp 543.000 per gram. Naik dibandingkan akhir pekan lalu yaitu Rp 537.000 per gram.

Sedangkan harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 487.000 per gram menjadi Rp 493.000 per gram.

Harga emas batangan Antam ukuran satu gram kini dijual Rp543.000. Harga itu naik Rp6.000 dibandingkan level perdagangan akhir pekan lalu, sebesar Rp537.000.

Emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.570.000, ukuran 10 gram Rp5.090.000, ukuran 25 gram Rp12.650.000, ukuran 50 gram Rp25.250.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp50.450.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp126.000.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp251.800.000.

Pada perdagangan Jumat 9 Januari 2015 kemarin, emas Antam ukuran 5, 10, 25, dan 50 gram masing-masing dipatok dengan harga Rp2.540.000, Rp5.030.000, Rp12.500.000, dan Rp24.950.000.

Sedangkan ukuran 100 gram dijual Rp49.850.000, dan ukuran 500 gram mencapai Rp248.800.000.

Kenaikan harga emas ini menurut Lembaga Riset OSO Securitiesi tidak lepas dari penguatan harga emas internasional. Selama sepekan kemarin, harga emas naik tiga koma delapan puluh lima persen.

Sementara riset Mandiri Sekuritas menulis hari ini harga emas dunia di pasar komoditas Comex naik satu koma satu sembilan persenke posisi US$ 1.21 per /troy ons.

Emas menjadi pilihan investor karena harga minyak yang masih anjlok.

Mengutip Reuters, harga emas saat ini merupakan yang tertinggi selama Januari 2015.
Ini tidak lepas dari dolar Amerika Serikat yang ‘terpeleset’ karena data ekonomi Negeri Paman Sam yang kurang menggembirakan.

Akhir pekan lalu, disebutkan bahwa di AS terdapat tambahan lapangan kerja pada Desember 2014. Turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Di pasar fisik, permintaan emas juga sedang naik terutama dari Tiongkok. Konsumen di Negeri Tirai Bambu tengah ‘berburu’ emas karena menjelang tahun baru Imlek.
Harga emas global untuk pengiriman Februari kembali menunjukkan penguatan. Hal ini melanjutkan tren kemenangan pada akhir pekan lalu.

Harga emas di papan elektronik Comex New York Mercantile Exchange, Senin, 12 Januari 2015 pukul 08.35 waktu Indonesia terus menguat. Emas untuk pengiriman Februari dipatok US$1.226,10 per ounce.

Komentar